Pantau Flash
Vettel Akui Mercedes Begitu Sempurna Musim Ini
MPR Pastikan Megawati dan SBY Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
KontraS Nilai Hukuman Mati Sudah Tak Relevan di Indonesia
Anies Baswedan Klaim Rumah DP Rp0 Laris Manis
Dibenamkan Vietnam 1-3, Suporter Indonesia Lakukan Unjuk Rasa

FX Hadi Rudyatmo Blak-blakan Soal Solo Dicap 'Kota Neraka bagi Anjing'

Headline
FX Hadi Rudyatmo Blak-blakan Soal Solo Dicap 'Kota Neraka bagi Anjing' Ilustrasi jagal anjing. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kuliner khas Kota Solo berbahan daging anjing atau yang dikenal dengan sebutan 'kuliner gukguk' membuat kota bernama Surakarta itu kini dilabeli kota neraka bagi anjing.

Media internasional pun turut memberitakan hal itu. Banyak yang akhirnya berkomentar, tak terkecuali Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. 

Menurut Hadi sulit untuk melarang penjagalan anjing sebagai bahan santapan disaat kabupaten sekelilingnya tidak memiliki kebijakan serupa.

"Waduh kita nggak bisa melarang di Solo dan sekitarnya itu nggak bisa, kita harus koordinasi dengan kabupaten yang lain juga," ujar Hadi melalui sambungan telepon kepada Pantau.com Sabtu (22/6/2019).

Hadi mengatakan setiap daerah dan kabupaten di Solo memiliki otonomi daerahnya sendiri, sehingga memerlukan koordinasi setingkat keresidenan untuk membahas dan menyepakatinya bersama. Setidaknya bupati di enam daerah sekitar Solo.

Baca juga: 'Kota Neraka Bagi Anjing' Kini Disematkan pada Solo

Adapun cara terbaik yang bisa dilakukan kini, Pemkot Solo hanyalah memberika  penyuluhan dan kewajiban pengecekan kesehatan anjing yang akan dipotong tidak terjangkit rabies, dan itu telah dilakukan oleh dinas pertanian dan peternakan kota Solo. 

Sayangnya saat ditanyakan banyaknya jumlah jagal anjing, Hadi juga tidak mengetahui berapa dan di mana para anjing-anjing itu dibunuh. Solo-surakarta, sambung Hadi, tidak ada. 

"Iya banyaknya di mana? karena jagal Solo nggak ada kok, penjagaannya di luar Solo mungkin," ungkapnya menggebu-gebu

Selebihnya karena alasan waktu jugalah, ia tidak pernah ikut sidak bersama Dinas Pertanian dan Peternakan. "Nggak ngerti, saya malah belum tau saya (anjingnya dari mana). Coba nanti karena pekerjaan yang gede banyak kok, besok coba tak cek ke dinas pertanian dan peternakan saya," selorohnya berjanji.

"Nggak lah ngapain sidak anjing, pekerjaan lain banyak, kok perhatiin anjing," sambungnya.

Baca juga: Solo Kini Disorot Dunia Internasional karena Perdagangan Daging Anjing


Wali Kota Surakartra FX Hadi Rudyatmo (Foto: Dok Tim KMA via Antara)

Lebih lanjut, Hadi mengatakan hingga kini belum pernah ia mendengar protes ataupun masukan dari masyarakat maupun pecinta hewan sekalipun terkait permasalahan tersebut.

"Kalau keberatan beri solusi dong, belum ada masukan dari warga belum. Saya belum pernah ada yang beri masukan ke saya sebaiknya itu bagaimana itu belum sampai hari ini," katanya.

Begitupun dengan penjual, katanya tidak ada satupun restoran di Solo yang menjual daging anjing sebagai kudapan. "Restoran nggak ada kalau restoran, itu di PKL-PKL aja," tutupnya.

Kota Solo, Jawa Tengah disebut sebagai pusat perdagangan daging anjing di Pulau Jawa. Lebih dari 13 ribu ekor anjing dibantai setiap bulan di kota ini untuk memenuhi kebutuhan bisnis kuliner dari daging anjing.

Perdagangan daging anjing di Solo:

1. Dog Meat Free Indonesia (DMFI) mencatat 13.700 ekor anjing dibunuh dengan keji setiap bulan di Solo, Jawa Tengah

2. Masakan dari daging anjing dijual secara massif dan terang-terangan di Solo

3. Aktivis menagih janji pemerintah Indonesia untuk melarang perdagangan daging anjing dan kucing

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Nasional

Berita Terkait: