Forgot Password Register

Ganggu Stabilitas Keamanan, Suriah Kecam Aksi Militer Amerika Serikat

Ganggu Stabilitas Keamanan, Suriah Kecam Aksi Militer Amerika Serikat Serangan di Douma, Ghouta Timur, Suriah. (Foto: Reuters/Bassam Khabieh)

Pantau.com - Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam ancaman serangan militer AS terhadap Suriah. Hal itu diyakini akan mengganggu keamanan dan perdamaian internasional.

Melansir Xinhua, Kamis (12/4/2018), ancaman AS tersebut muncul setelah ada dugaan serangan kimia yang terjadi di Douma, Ghouta Timur Sabtu 7 April 2018 lalu. Disebutkan, militer Suriah menggunakan gas klorin.

AS bermaksud melindungi apa yang dipandang oleh Pemerintah Suriah sebagai kelompok pelaku teror di Ghouta Timur, termasuk di Douma.

Baca juga: Sindir Rusia, AS Sebut Presiden Suriah Sebagai Monster Pembunuh

Kementerian tersebut menyatakan penggunaan senjata kimia telah menjadi dalih yang timpang dan tanpa dasar, dan menambahkan Pemerintah Suriah telah menyambut baik kedatangan tim penyelidik yang tidak bias dan tidak memihak.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan tetap menyerang pemerintahan Suriah jika tidak direstui PBB. Penggunaan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur, Sabtu 7 April lalu. Duta Besar AS untuk PBB Niki Haley bahkan menyerang Rusia dan Presiden Suriah Bashar al-Assad. 

Baca juga: Bahas Ketegangan Suriah, Putin Telepon Langsung Netanyahu

"Kami telah mencapai saat ketika dunia harus melihat keadilan ditegakkan," kata Haley di hadapan Dewan Keamanan PBB pada hari Senin 9 April 2018. Rusia mendukung 'monster' Assad, yang membunuh anak-anak dengan senjata kimia," ujar Haley seperti dikutip Pantau.com dari RT, Selasa 11 April 2018.

“Rezim Rusia, yang tangannya penuh dengan darah anak-anak Suriah, tidak malu dengan gambar para korbannya. Kami telah mencoba itu sebelumnya," kata Haley."Tidak ada pemerintahan beradab yang akan berhubungan dengan rezim pembunuh Assad," tegas wanita berambut panjang itu.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More