Forgot Password Register

Gara-gara Cekcok Parkir, Pria 69 Tahun Diadili

Gara-gara Cekcok Parkir, Pria 69 Tahun Diadili Suasana persidangan (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Hanya gara-gara permasalahan parkir, seorang pria bernama Sanny Suharli (69) harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Terdakwa didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan Pasal 406 ayat 1 tentang perusakan dan Pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan.

Dalam sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi, dihadirkan sebanyak empat orang saksi yang ada saat kejadian. Di antaranya yakni saksi korban Kon Siw Lie (67) dan Hartawan Halim selaku anak korban. Di depan majelis hakim, saksi mengatakan bahwa keributan itu berawal dari permasalahan parkir.

"Ada keributan gara-gara parkir, anak saya bawa anaknya turun di depan rumah agar gampang, tapi terdakwa tidak boleh, lalu terjadi keributan," ucap Kon Siw Lie di depan majelis hakim PN Jakarta Barat, Senin (15/4/2019).

Baca juga: Pelaku Mutilasi Guru Tari Menangis Sambil Ungkap Alasannya Membunuh

Selain itu, Kon Siw Lie juga menyebut bahwa peristiwa yang terjadi pada 3 Juni 2018, bermula saat Hartawan tengah memarkirkan mobil miliknya di depan rumahnya. Tepatnya di sisi kanan Jalan Taman Daan Mogot VII/2, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Namun, saat itu datang terdakwa hingga melarang parkir di lokasi tersebut.

Kemudian, lanjut Kon Siw Lie, terdakwa berteriak-teriak memanggil untuk memindahkan mobil. Bahkan terdakwa sempat mengancam akan mengempeskan ban mobil itu jika tidak segera dipindahkan.

Sehingga, Hartawan keluar dan mencoba menjelaskan jika keberadaan mobilnya tidak mengganggu penghuni lain, namun terdakwa tetap marah-marah dan meminta mobil untuk dipindahkan.

"Selanjutnya terdakwa datang ke saya meminta untuk memindahkan mobil itu, lalu saya pulang ke rumah karena tidak mau berurusan panjang, lalu mengambil kunci mobil dan memindahkan mobilnya ke sisi kiri jalan," papar Kon Siw Lie.

Setelah memindahkan mobilnya, terdakwa kembali memaki-maki dengan nada tinggi, hingga memancing perhatian termasuk petugas keamanan komplek. Kemudian saksi korban membujuk anaknya untuk mengalah dan meminta maaf agar cepat selesai. 

Baca juga: Pelaku Mutilasi Doakan Guru Tari Budi Hartanto Diampuni Dosa-dosanya

Namun Hartawan, tidak mau meminta maaf kepada terdakwa dan sambil memegang ponsel untuk merekam terdakwa yang tengah marah karena tidak suka direkam, hingga terdakwa mengayunkan tangannya untuk menepis ponsel yang dipegang namun mengenai mata sebelah kanan saksi korban.

"Mata saya sakit, setelah itu saya tidak tahu lagi sudah banyak orang datang, pokoknya gelap dan memar hitam," singkat Kon Siw Lie.

Dalam persidangan itu saksi korban juga membawa barang bukti baru berupa surat ancaman setelah peristiwa itu, hingga membuat saksi merasa ketakutan dan melaporkan peristiwa itu pihak kepolisian pada 7 Juni 2018. Peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Tanjung Duren hingga kemudian ditindaklanjuti dengan menangkap terdakwa.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More