Forgot Password Register

Gerindra Soal Rekaman Rini-Sofyan: Komisi VI DPR Harus Bertindak

Rini Soemarno (Foto: Antara/Aprilio Akbar) Rini Soemarno (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Pantau.com - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mendesak DPR memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno terkait beredarnya rekaman percakapan dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir yang tengah viral.

Menurut Muzani, Komisi VI DPR yang dalam hal ini bermitra dengan Kementerian BUMN, seperti kehilangan fungsi pengawasannya.

"Di satu sisi DPR kehilangan momentum untuk melakukan kontrol terhadap menteri BUMN, tetapi disisi lain menteri BUMN ternyata juga sepertinya memanfaatkan momentum itu untuk bertindak seperti tanpa kontrol," ujar Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Baca juga: Pemerintah Diminta Tak Hanya Pikirkan Investasi dengan Tameng Perpres TKA

Muzani juga mendesak Komisi VI agar segera melakukan pemanggilan terhadap Menteri BUMN untuk diminta keterangannya tentang rekaman percakapan telepon tersebut.

"Sehingga yang terjadi percakapan itu kalau benar, itu kan skandal. Karena itu kami sarankan menteri BUMN dipanggil oleh Komisi VI untuk diklarifikasi kebenarannya. Kalau benar tentu aja ini menjadi problem, kalau enggak benar dan itu hoax ya sudah selesai," ujarnya.

Baca juga: Panjang-Lebar Prabowo Subianto Soal Polemik Tenaga Kerja Asing

Sebelumnya, dalam rekaman suara percakapan telepon antara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir, terdapat perkataan yang mengindikasikan adanya pembagian fee dari proyek-proyek tertentu. 

Namun, belakangan rekaman percakapan itu dibantah Kementerian BUMN yang memastikan jika rekaman yang beredar di media sosial mengenai bagi-bagi jatah (fee) adalah rekayasa.

Rekaman yang beredar dengan sengaja telah diedit sehingga memberikan informasi yang salah dan menyesatkan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More