Pantau Flash
Jubir KPK: Tak Ada Ketentuan Pimpinan Harus Perwakilan Institusi Tertentu
Nunung Sudah Jadi Incaran Polisi Sejak 5 Bulan Lalu
Sabu 2 Gram yang Baru Dibeli Nunung Masih Belum Ditemukan
JK Isyaratkan Gerindra Lebih Baik Jadi Oposisi Demi Keseimbangan
Unggul Head to Head dengan Li/Liu, Minions Ogah Pandang Remeh

Google Luncurkan Fitur Pencari Arah Kiblat

Google Luncurkan Fitur Pencari Arah Kiblat Ilustrasi Google. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Google memperbarui fitur Ramadhan agar pengguna lebih mudah menemukan hasil pencarian yang berkaitan dengan ibadah selama berpuasa, salah satunya adalah petunjuk untuk menemukan arah kiblat.

"Pencarian di Google Search naik 40 persen, informasi penunjang ibadah seperti jadwal salat, arah kiblat, zakat fitrah," kata Kepala Pemasaran Google Indonesia, Veronica Utami, saat jumpa pers di Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.

Baca juga: Guys, Sekarang Kita Bisa Lihat Menu Restoran Via Google Maps Lho

Google menyebut fitur untuk Ramadan sebagai Ramadan Box. Pengguna dapat mengetik kata kunci 'Ramadhan' di kolom pencarian Google Search dan akan menemukan berbagai jadwal salat, artikel seputar puasa, serta fitur mencari arah kiblat.

Untuk petunjuk arah kiblat, Google mengembangkan fitur Qibla Finder berdasarkan teknologi augmented reality (AR). 

Pengguna tidak perlu memasang aplikasi khusus untuk melihat arah kiblat dari Google.

Awalnya, pengguna akan diminta mengizinkan Google mengakses kamera. Setelah kamera belakang aktif, pengguna diminta untuk berputar hingga menemukan arah kiblat.

Ketika sudah berada di posisi yang benar, yakni menghadap ke barat, akan muncul gambar Kakbah di layar ponsel.

Menurut Veronica, fitur ini akan terus tersedia meski pun sudah lewat dari bulan Ramadan.

Bukan hanya arah kiblat, Google juga akan menampilkan jadwal salat selama 30 hari bulan puasa berdasarkan data Kementerian Agama. Jadwal itu sudah disesuaikan dengan lokasi pengguna berada.

Baca juga: Perkenalkan Android Q dari Google yang Lebih Aman

Fitur Ramadan ini juga berlaku untuk asisten virtual Google Assisstant. Pengguna dapat mengaktifkan alarm melalui kata kunci, misalnya 'bangun sahur jam 4'.

Google Indonesia sudah dilatih untuk mengenali bahasa Indonesia ragam informal sehingga mesin mampu memahami kata-kata yang tidak baku, misalnya "bangunin".

Untuk mengaktifkan bahasa Indonesia di Google Assisstant, buka aplikasi Google dan pergi ke pengaturan/setelan, masuk ke bahasa penelusuran. Pilih bahasa Indonesia di antara opsi yang ada.

Masuk juga ke pilihan "Suara" dan pilih bahasa Indonesia sebagai bahasa utama.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Rifeni
Category
Ragam

Berita Terkait: