Forgot Password Register

Headlines

Gubernur BI Akui Rupiah 'Under Value' Tertekan Guncangan Global

Uang Rupiah. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Uang Rupiah. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menjelaskan kondisi terkini mata uang rupiah yang mengalami tren pelemahan. Ia mengatakan pihaknya tidak bisa menyampaikan target nilai tukar.

"Kita kan nggak mungkin menyampaikan target nilai tukar, tapi secara umum Bank Indonesia fokus pada stabilitas fluktuasi volatilitas itu harus dalam batas yang baik," ujarnya saat jumpa pers di Gedung Bank Indonesia Thamrin.

Agus mengatakan naik turun dan stabilitas rupiah dianggap tidak dalam kondisi mengkhawatirkan, namun ia menilai saat ini kondisi rupiah memang under value akibat guncangan dari kondisi global.

"Fluktuasi dan stabilitas tidak kondisi yang mengkhawatirkan, kita tidak mentargetkan nilai tukar tertentu, tetapi kondisi sekarang ini under value," katanya.

Baca juga: Fadli Zon: Sri Mulyani Jangan 'Meninabobokan' Masalah Pelemahan Rupiah

"Iya (masih jauh under value), maksudnya ini ada faktor guncangan dari dunia yang menekan jadi secara umum rupiah kita undervalue," imbuhnya.

Selain itu , dalam jumpa persnya ia memaparkan bahwa depresiasi rupiah yang terjadi akhir-akhir ini lebih disebabkan penguatan mata uang Amerika Serikat (AS) terhadap hampir semua mata uang dunia.

"Penguatan USD (ini) dampak kenaikan suku bunga obligasi AS, hingga mencapai 3,03 persen dan itu adalah tertinggi sejak 2013," paparnya.

Baca juga: Ketergantungan Impor Bakal 'Pukul' Nilai Tukar Rupiah

Depresiasi rupiah, sambung Agus, juga terkait faktor seasonal musiman peningkatan valas yang meningkat pada triwulan II antara lain untuk keperluan pembiayaan Utang Luar Negeri (ULN), pembiayaan import dan pembayaran deviden.

Ia mengatakan, Bank Indonesia menganggap fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi baik dan kuat. "Inflasi masih dalam kisaran 3,5±1 persen, defisit transaksi berjalan lebih rendah dari batasan, dibawah 3 persen," ungkapnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More