Forgot Password Register

Gugatan Terhadap Pidato Anies Baswedan Soal Kata 'Pribumi', Ditolak Majelis Hakim

Anies Baswedan (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersyukur gugatan kata 'pribumi' yang diajukan Tim Advokasi Anti Diskriminasi Ras dan Etnis (Taktis) ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Majelis Hakim menilai gugatan itu tidak punya unsur hubungan perdata umum antara penggugat dan yang digugat.

"Alhamdulillah, saya bersyukur dan mari kita jalankan keputusan ini dengan dingin, saya hormati putusan pengadilan," kata Anies di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Baca juga: Anies Polisikan Pelaku Vandalisme Underpass di Jakarta

Ketua Majelis Hakim, Tafsir Sembiring Meliala saat membacakan menilai Anies tidak melakukan perbuatan melawan hukum.

"Menimbang bahwa antara penggugat dan tergugat bukan masalah keperdataan, maka gugatan penggugat tidak dapat diterima. Menimbang oleh karena itu eksepsi penggugat tidak dapat dikabulkan," kata Majelis Hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (4/6/2018).

Baca juga: Heboh Pohon Plastik di Trotoar Jakarta, Anies: Itu Ngawur

Kasus ini bermula dari pidato perdana Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017 di Balai Kota. Saat itu Anies menggunakan kata 'pribumi' untuk menyinggung kolonialisme dan kemerdekaan.

"Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan, kini telah merdeka, saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Anies dalam pidatonya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More