Forgot Password Register

Hadapi Kasus Bisnis Karaoke, Charly Van Houten Gugat Rp 7 M

Hadapi Kasus Bisnis Karaoke, Charly Van Houten Gugat Rp 7 M Charly van Houten (Foto: Instagram/@charly_setiaku)

Pantau.com - Kasus gugatan Charlie Van Houten kepada PT Obing Mitra Sukses dan PT Golden Phonix Cemerlang kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, (Selasa,6/11/2018).

Charlie mengugugat kedua perusahaan tersebut karena dianggap telah melanggar kesepakatan bersama atau wan prestasi. Tak tanggung-tanggung, gugatan kerugian yang harus dibayar kedua perusahaan tersebut sebesar Rp7,5 miliar. 

"Perkara ini berawal dari Charly kerjasama dengan PT Obing, sudah berjalan tiga tahun. PT Obing menawarkan kerjasama sebagai franchisor. Menunjuk Charly sebagai brand ambassador tempat karaoke. Hak hukum Charly terhadap karaoke ini ada ambassador yang telah mendapatkan eksklusif dari negara atas pendaftaran merk. Tapi, tanpa sepengetahuan Chaly, Obing itu menyerahkan kerjasamanya kepada PT Golden. Nah, oleh PT Golden ini kerjasama semula antara Charly dengan PT Obing jadi terhambat. Itu yang kita pertanyakan kenapa jadi hambatan? Ternyata PT Obing menyerahkan kepada PT Golden. Nah pertanyaannya kami, siapa PT Golden ini? Karena kami kerjasamanya dengan PT Obing," jelas Hengky Solihin, salah satu pengacara Charly.

Baca juga: 3 Tahun Tak Ada Kejelasan, Kasus Karaoke Charly Van Houten Memasuki Tahap Mediasi

"Kita menuntut kerugian sebesar Rp7,5 miliar, baik secara materi maupun imateri", sambungnya. 

Awalnya ada itikad baik kedua perusahaan tersebut untuk mengembalikan kerugiaan, namun hingga kini tak ada realisasi baik dari PT Obing maupun PT Golden. 

Baca juga: Untuk Kesekian Kalinya, Regina Cabut Gugatan Cerainya Terhadap Charly Van Houten

Pentolan Group ST 12 itu sebenarnya tak ingin membawa kasus ini ke ranah hukum, dan berharap bisa diselesaikan secara musyawarah.

"Maunya Charly winwin solution. Sama-sama enak, enggak ada permusuhan, tetap ada persahabatan karena ini kan kerjasama. Kerjasama awalnya baik, diharapkan juga akhirnya baik. Ya, yang namanya bisnis itu harusnya sama-sama pengertian lah, tidak ada yang dirugikan. Dan mudah-mudahan ini tidak sampai ke proses lebih lanjut, bisa selesai di tingkat mediasi," ujar Hengky.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More