Forgot Password Register

Hadiahi Pilot Militer AS Landasan Pacu, Jepang Gelontorkan 150 Juta Dolar

Hadiahi Pilot Militer AS Landasan Pacu, Jepang Gelontorkan 150 Juta Dolar Ilustrasi landasan pacu pesawat militer. (Foto: Reuters/Kyodo)

Pantau.com - Jepang menghabiskan USD150 juta untuk memberikan "hadiah" bagi pilot AS guna melakukan pendaratan kapal induk di pulau seluas 8 km, bagian dari kepulauan Ōsumi di Laut Cina Timur.

Tetapi, melansir RT, Jumat (11/1/2018), penduduk yang tinggal di dekatnya kurang senang dengan kesepakatan itu. Pasalnya, mereka tidak pernah diberikan kesempatan untuk berdebat.

“Sejauh ini sama sekali tidak ada penjelasan di kota; kami tidak tahu apa-apa tentang perincian spesifik dari pengaturan itu. Berbagai kekhawatiran seperti kebisingan harus dipertimbangkan, dan saya khawatir akan ada ekspansi lebih lanjut nanti, ”kata perwakilan dewan kota setempat Hiromi Nagano, yang menentang pemindahan tersebut.

Baca juga: Disindir Sengketa Pulau, Rusia Panggil Dubes Jepang

Wali Kota Osumi, Shunsuke Yaita, juga merilis pernyataan tentang masalah ini, yang menyatakan bahwa ia percaya ada cara yang lebih bijak dalam penggunaan pulau tersebut.

Pemerintah AS dan Jepang telah tertarik pada Pulau Mageshima sebagai pangkalan baru untuk menjalankan latihan yang dikenal sebagai praktik pendaratan lapangan, sejak 2011.

Pulau yang tidak berpenghuni itu dikelola oleh kota Nishinoomote, sebuah perusahaan pengembangan yang berbasis di Tokyo. Kerja sama dengan pemerintahan Jepang pun telah terjalin sejak lama.

Baca juga: Pentagon: Sistem Logistik Militer AS Belum Mampu Berperang dengan Rusia dan China


Ini bukan latihan Amerika pertama, yang melibatkan jet tempur lepas landas dan mendarat di sebidang tanah yang dibuat menyerupai kapal induk. Latihan awalnya diadakan di pangkalan angkatan laut Atsugi di Prefektur Kanagawa, tetapi suara pesawat bertenaga lepas landas berulang kali menyebabkan begitu banyak keluhan sehingga mereka terpaksa pindah.

Pulau Iwo Jima, yang secara kebetulan merupakan situs dari salah satu pertempuran paling berdarah antara Jepang dan AS selama Perang Dunia Kedua, telah digunakan untuk melakukan latihan sejak tahun 1991, tetapi AS menganggap pangkalan itu terlalu jauh dari lokasi pendaratan alternatif di Jepang. Cuaca pun disebutkan kerap tak bersahabat bagi para penerbang.

Saat ini ada sekitar 50.000 tentara AS yang ditempatkan di Jepang, berdasarkan pakta keamanan pasca Perang Dunia II yang telah mengubah negara itu menjadi pijakan utama bagi militer AS di Pasifik.

via GIPHY

Share :
Komentar :

Terkait

Read More