Forgot Password Register

Hak Korban dalam UU Terorisme Dipertegas

Hak Korban dalam UU Terorisme Dipertegas Menkumham Yasonna Laoly (keenam kanan) berjabat tangan bersama Ketua Pansus Terorisme Muhammad Syafii (keempat kiri), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (ketiga kanan), Irwasum Polri Komjen Pol Putut Eko Bayuseno (kedua kanan), Kepala BNPT Komjen Pol Su

Pantau.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyambut baik Undang-undang Anti-terorisme yang baru disetujui DPR untuk disahkan pada Jumat (25/5), karena telah memperkuat hak korban.

"Sebelumnya hak korban terorisme hanya dua, kompensasi dan restitusi. Dalam UU terbaru, bentuk hak korban diperbanyak", kata Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai dalam siaran pers LPSK, Minggu (27/5/2018).

Baca juga: Komnas HAM Minta Pemerintah Jeli Susun Perpres Keterlibatan TNI Berantas Terorisme

LPSK, yang juga menjadi pihak yang terlibat dalam perumusan UU tersebut, melihat pada praktik penanganan korban terorisme ada banyak kebutuhan korban selain kompensasi dan restitusi, yakni adanya rehabilitasi bagi korban sangat penting mengingat korban terorisme hampir pasti mengalami trauma baik medis maupun psikologis.

Rehabilitasi psikososial Selain rehabilitasi medis dan psikologis, rehabilitasi psikososial juga menjadi salah satu hak baru bagi korban yang ada dalam UU Anti Terorisme yang baru.

LPSK menyebut pada beberapa kasus korban merupakan tulang punggung keluarga, sehingga keluarga menjadi kehilangan orang yang penting dalan kelanjutan hidupnya sehari-hari ataupun jika selamat, mereka sulit untuk bekerja atau beraktifitas seperti sebelum menjadi korban.

Baca juga: Fraksi PKS Desak Jokowi Terbitkan Perppu Pendukung UU Terorisme

"UU ini sangat operasional dimana diatur dan ditunjuk pula siapa yang memenuhi hak korban. LPSK siap melakukan mandat ini, apalagi memang sebelumnya kami sudah menangani korban terorisme", ujar Semendawai.

LPSK sendiri siap mendukung pelaksanaan UU tersebut sesuai kewenangan yang dimiliki LPSK. LPSK melihat bahwa kedua UU tersebut tidak tumpang tindih, melainkan saling menguatkan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More