Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Harus Tahu, Ini Perbedaan Gejala Mata Katarak Versus Mata Berselaput

Harus Tahu, Ini Perbedaan Gejala Mata Katarak Versus Mata Berselaput Ilustrasi mata. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Katarak masih menjadi penyebab kebutaan terbesar di Indonesia. Tapi sayangnya, masih banyak yang belum paham perbedaan mendasar antara katarak dan selaput mata atau pterygium.

Secara bentuk, pterygium dapat terlihat secara kasat mata, yakni dengan adanya selaput merah atau putih yang menutup di luar mata. Sedangkan katarak dapat dideteksi dengan bantuan senter untuk melihat bagian dalam mata yang terdapat kabut berwana putih, dan itu tanda lensa mata mulai keruh.

"Katarak itu pengertiannya adalah kekeruhan lensa. Lensa itu adanya di dalam, bukan di luar. Jadi itu sangat berbeda," ujar Kepala Klinik Utama Mata JEC @Bekasi, Dr. Nashrullah Ihsan, Spam saat pembukaan Klinik JEC @Bekasi di Jalan Jenderal Sudirman, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Bisakah Mata Katarak yang Sudah Sembuh 'Kumat' Lagi?

Penyebab katarak juga lebih besar karena faktor usia dan faktor kesehatan lain seperti diabetes. Sedangkan pterygium faktor utamanya karena terkena panas, iritasi debu hingga menyebabkan peradangan dalam bentuk selaput yang dapat menutupi pengelihatan.

Kedua masalah mata ini dapat diobati dengan metode operasi. Namun, bedanya selaput atau pterygium akan dapat tumbuh kembali. Sedangkan katarak tidak akan terjadi kembali karena proses operasi yang dilakukan adalah penghancuran lensa mata dan diganti jadi lensa baru atau buatan, serta lensa buatan itu tidak akan terserang katarak.

Baca juga: Sejarah Panjang Operasi Mata Katarak dari Zaman ke Zaman

Untuk pencegahannya kedua penyakit itu dilakukan dengan cara yang sama, yakni menggunakan pelindung mata seperti topi atau UV protector dengan kacamata yang sudah diatur. Pola makan pun harus dijaga dengan banyak memakan makanan dengan kandungan antioksidan seperti sayuran.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Rifeni
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: