Pantau Flash
Jokowi Ingin Turunkan Angka Stunting di Indonesia Jadi 14 Persen
BPS: Neraca Perdagangan November 2019 Defisit 1,33 Miliar Dolar AS
Presiden Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis di Perdagangan Jasa
Rupiah Melemah Jelang Perilisan Data Neraca Perdagangan
Menteri Edhy: Perizinan Kapal Tangkap Ikan Akan Selesai 1 Jam

Hary Tanoe Akuisisi Mayoritas Saham LINK

Hary Tanoe Akuisisi Mayoritas Saham LINK Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. (Foto: IST)

Pantau.com - Grup MNC milik Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) resmi mengakuisisi mayoritas saham perusahaan kompetitornya di bisnis internet protocol television. Adalah PT Link Net Tbk (LINK) dari PT First Media Tbk (KBLV) dan Asia Link Dewa.

"Perseroan sudah menekan term sheet untuk menjajaki akuisisi mayoritas saham Link dari First Media dan Asia Link," ujar Direktur Utama IPTV Ade Tjendra.

Namun pihaknya belum menyebutkan detail rencana transaksi tersebut kapan akan diselesaikan, bersama dengan besaran saham dan nilainya. Ade menjelaskan akuisisi ini akan menciptakan berbagai sinergi dalam konten, infrastruktur jaringan, kapasitas bandwidth, dan akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan.

"Belum ada dampak kejadian atas informasi ara fakta material tersebut," paparnya.

Baca juga: 12 Calon Wamen Merapat ke Istana, Mulai Anak Hary Tanoe hingga Politisi PSI

Ia mengatakan keberhasilan aksi korporasi ini akan tergantung pada proses uji tuntas atau due diligence, pemenuhan kondisi tertentu lainnya, pembiayaan dan penandatanganan perjanjian definitif.

Harga saham LINK pada Senin 2 Desember 2019 ditutup di level Rp 4.200/saham atau naik 0,48%. Adapun saham IPTV melesat hampir 5% di level Rp 515/saham.

Mengacu laporan keuangan LINK per September 2019, saham LINK dipegang terbesar oleh Asia Link Dewa Pte Ltd sebesar 35,72% (1.017.766.198 saham), First Media 28,04% (798.969.286 saham), UBS AG LDN 6,50% (185.339.482 saham), dan publik 29,74% (847.572.018 saham).

Jika mengasumsikan harga rata-rata saham LINK saat ini di level Rp 4.191/saham, maka besaran nilai saham milik Asia Link mencapai Rp 4,27 triliun, sementara nilai saham First Media yakni Rp3,35 triliun.

Bila benar seluruh saham First Media dan Asia Link dicaplok IPTV, maka porsi saham IPTV di LINK berpotensi mencapai 63,76% atau setara dengan 1.816.735.484 saham dengan nilai saham mencapai Rp 7,62 triliun.

Bukan kali pertama IPTV mencaplok rekan sejawat di layanan TV berbayar. Dalam keterangan resmi 28 Agustus silam, manajemen perusahaan juga menyampaikan telah mengakuisisi K-Vision dengan kepemilikan saham mencapai 60%.

Sekadar informasi, K-Vision merupakan operator TV-berbayar dengan fokus pada segmen pasar menengah ke bawah. Meskipun merupakan perusahaan publik yang baru seumur jagung, IPTV merupakan pemain kawakan di industri media.

Mereka memulai bisnisnya sejak tahun 1988, dan hingga saat ini sudah memiliki tiga unit usaha, yaitu PT MNC Sky Vision Tbk (MNC Vision/MSKY), PT MNC Kabel Mediakom (MNC Play), dan PT MNC OTT Network (MNC Now). Mayoritas saham IPTV sendiri, dimiliki oleh PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dengan total kepemilikan menapai 71,51%.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: