Forgot Password Register

Heboh, Emas Langka Senilai Rp158 Miliar Ditemukan di Asutralia

Geolog Lachlan Kenna dan Zaf Thanos dengan spesimen emas yang telah menjadi berita utama di dunia.  (Foto: ABC Goldfields-Esperance/Jarrod Lucas) Geolog Lachlan Kenna dan Zaf Thanos dengan spesimen emas yang telah menjadi berita utama di dunia. (Foto: ABC Goldfields-Esperance/Jarrod Lucas)

Pantau.com - Penemuan spesimen emas langka di sebuah tambang di pedalaman Australia Barat telah memicu antusiasme baru dikalangan industri maupun masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Sebuah perusahaan pertambangan yang menguasai lahan yang berdekatan dengan tambang Beta Hunt, berhasil menemukan bongkahan batu emas berharga senilai USS15 juta atau setara Rp 158 miliar di Kambalda, yang berlokasi sekitar 630 kilometer sebelah timur Perth.

Melansir ABC News, Jumat (14/9/2018), bongkahan batu emas yang ditemukan di kedalaman 500 meter di bawah permukaan tanah, telah memicu antusiasme berbagai kalangan. Sejumlah orang bahkan menilai penemuan tersebut bisa memicu "demam emas mini" untuk kota yang belakangan tidak terlalu beruntung.

Penemuan ini membawa angin segar bagi kota Kambalda yang berpopulasi sekitar 2.539 orang. Warga di komunitas yang terbentuk sejak penemuan tambang nikel pertama Australia pada tahun 1966, yang menghadapi masa sulit dimana ratusan warganya kehilangan pekerjaan akibat penutupan 4 tambang utama selama tiga tahun terakhir.

Baca juga: Miris! 5 Wanita Bercadar Saling Pukul di Pinggir Jalan Aran Saudi, Balita Ini Jadi Korban

Agen real estate Cheryl Davis, yang telah tinggal di Kambalda selama lebih dari 25 tahun, mengatakan penemuan itu telah meningkatkan semangat di kota tersebut. "Jelas itu merupakan dorongan besar bagi kota kami yang telah menghadapi banyak kehancuran dan kesuraman," katanya.

"Semua orang bergembira dan membicarakan soal betapa baiknya kabar ini bagi kota kami, bahwa kota kami tidak akan mati. Kami menantikannya." tambahnya.

Sementara itu, Bob Fagan dari Asosiasi Prospektor Goldfield Timur mengatakan penemuan itu adalah impian setiap calon pembeli.

Mantan dosen geologi dari Departemen Pertambangan WA mengatakan bahwa hal itu dapat menarik lebih banyak penambang ke wilayah tersebut, serta investasi pertambangan untuk eksplorasi yang lebih dalam.

Dr Bob Fagan mengatakan kawasan itu sudah ada di peta sebagai provinsi emas yang terkenal di dunia dan penemuan sumber daya alam ini semakin memperkuat harapan akan ada lebih banyak emas yang menunggu untuk ditemukan.

"Ini menegaskan apa yang sudah kita ketahui - bahwa ini adalah daerah yang sangat kaya emas. Ini mungkin akan menarik lebih banyak penambang karena kami mendapat situasi di mana mereka berhasil menemukan emas senilai $ 3 juta hanya dalam waktu setengah hari. itu tidak terlalu umum dan anda harus sangat beruntung untuk bisa mendapatkannya.” tambahnya.

Sedangkan di mata pembeli emas asal Kaloloorlie, Angus Line publisitas global atas penemuan bongkahan emas di tambang Beta Hunt berpotensi memicu "demam emas mini".

"Akan ada lebih banyak eksplorasi, dan para penambang kecil dan pemegang sewa di daerah itu akan senang karena sesuatu yang sebesar ini hanya ditemukan beberapa kali dalam sejarah penambangan emas di seluruh dunia.

Angus Line juga memprediksi spesimen langka dari Beta Hunt akan mendapatkan harga yang bagus dalam pelelangan.

"Dengan kelangkaan peluang menemukan sesuatu sebesar ini, orang akan bersedia membayar berapapun harga yang ditawarkan [dan] sering harganya lebih tinggi daripada harga emas murni."

"Luasnya publisitas penemuan sejauh ini, dipastikan akan banyak pihak yang mengincarnya.”

Baca juga: Fakta Mengejutkan Tentang Putri Diana Terungkap

Penemuan ini juga telah mendorong pemilik tambang Beta Hunt asal Kanada mengurungkan niat mereka untuk menjual lahan tambang tersebut.

Beta Hunt terakhir dijual seharga USD10 juta pada tahun 2013 ke perusahaan Australia Salt Lake Mining, yang diambil alih oleh RNC Minerals sekitar USD18,5 juta dalam transaksi pada tahun 2016.

Tambang itu telah dipasarkan selama berbulan-bulan dan RNC Minerals yang berbasis di Toronto, Kanada telah melakukan pembicaraan intensif dengan sejumlah peminat.

Perusahaan itu kini meninjau ulang semua opsi, mereka diperkirakan akan menanti penawaran harga yang lebih tinggi atau mencari mitra usaha patungan yang potensial.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More