Pantau Flash
Cabor Menembak Sempat Terkendala Pajak Impor Peluru
Menko PMK Perkirakan 10 Juta Orang Butuh Kartu Pra Kerja
Safawi Rasid Dicoret dari Timnas U-22 Malaysia
LRT Beroperasi Komersil Mulai 1 Desember dengan Tarif Rp5000
Iwan Bule Lepas Timnas U-22 Indonesia ke SEA Games 2019

Hindari Asap Karhutla, Satwa Liar Banyak Masuk ke Permukiman Warga

Headline
Hindari Asap Karhutla, Satwa Liar Banyak Masuk ke Permukiman Warga Orangutan yang terkena dampak Karhutla di Kalimantan. (Foto: Instagram/@makassar_iinfo)

Pantau.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menjadi ancaman bagi satwa liar, salah satunya orangutan (pongo pygmaeus).

Akibatnya banyak orangutan masuk ke kebun warga untuk menyelamatkan diri sekaligus mencari makanan.

"Kami kembali menerima dua laporan kemunculan orangutan di lokasi berbeda. Kemarin kami sudah memeriksa lokasi tapi orangutan tidak terlihat," kata Komandan Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Pos Sampit Muriansyah di Sampit, Rabu (18/9/2019).

Baca juga: Karhutla di Indonesia Diprediksi hingga Akhir September

Laporan pertama diterima pada Senin (16/9) lalu dari seorang warga bernama Yayan. Dia melaporkan kemunculan orangutan berukuran besar di ruas jalan lingkar utara dekat gardu listrik Kelurahan Baamang Barat Kecamatan Baamang. Kawasan itu berupa semak belukar dan kebun kelapa sawit.

Kebakaran lahan yang terjadi di kawasan itu diduga menjadi penyebab sehingga satwa dilindungi tersebut masuk ke kebun warga. Hasil pemeriksaan, tim hanya menemukan tiga sarang kelas 2. Orangutan diperkirakan dewasa berjumlah satu ekor berjenis kelamin jantan.

Laporan kedua pada Kamis (12/9) di ruas jalan lingkar utara arah Desa Kandan. Kawasan itu berupa semak, kebun karet dan kelapa sawit. Saat pemeriksaan, tim hanya menemukan dua sarang kelas 1 dan 2. Orangutan diperkirakan berjumlah satu ekor usia anak atau remaja.

"Di sekitar lokasi pengecekan, kami juga menemukan jejak satwa liar lainnya yang cukup besar. Diperkirakan, jejak beruang madu," kata Muriansyah.

Baca juga: Walhi Soal Karhutla: Penyegelan Konsesi Percuma Jika Berakhir Damai

Kebakaran yang masih terjadi dikhawatirkan akan membuat semakin banyak satwa yang masuk ke kebun warga. Tidak ada pilihan bagi satwa selain mengungsi ke tempat yang aman dari kebakaran lahan.

Muriansyah meminta masyarakat segera melaporkan jika melihat kemunculan satwa dilindungi seperti orangutan, beruang, bekantan dan lainnya. Warga diminta tidak menangkap atau membunuh satwa tersebut.

"Kami akan mengevakuasinya dengan cara yang benar sehingga tidak sampai melukai satwa dilindungi itu," ujarnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: