Forgot Password Register

Headlines

Hitung-hitungan Soal Devisa, Eksportir Minta Insentif ke Pemerintah

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno (tengah) (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika) Ketua Umum Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno (tengah) (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Pemerintah sedang mendorong Devisa Hasil Ekspor (DHE) dapat bertahan lama tinggal di Indonesia bukan sekedar lewat. Selain itu, DHE dari eksportir yang dikonversi dalam bentuk rupiah diharapkan rata-ratanya dapat melebihi 15 persen. 

Mengenai hal tersebut, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno mengatakan jika pertukaran mata uang asing atau (forex) memang dibutuhkan maka beri insentif agar pengusaha mau menukarnya. Katanya, selama ini ia menukar dengan harga rendah sedangkan membeli dengan harga tinggi.

Baca juga: Sudah Terbukti! Ini Cara Jitu Jadi Kaya Buat yang Susah Nabung

"Terkait hal tersebut, Forex ini, kalau dibutuhkan dalam negeri, selama ini kan kita jual dikasih kurs di bawah, kalau beli kurs atas. Temu saja tengah saja, kalau kita dikasih kurs tengah ada take and give-nya," ujarnya dalam diskusi di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018).

Benny meminta agar cara dan syaratnya dipermudah. Selain itu, juga tarifnya tidak terlalu mahal. Sebab menurutnya, jika pengusaha rugi maka akan berpengaruh pula pada jumlah pajak yang disetorkan.

"Kita dirayu dong supaya tukar dolar ke rupiah. Bukan gratis, tetap bayar tapi caranya dipermudah, syaratnya, lalu ongkosnya jangan mahal-mahal, toh sama aja kalau kita bayar mahal kalau perusahaan rugi nanti pemerintah gak dapat pajaknya, sama aja, ini kan hukum alam nih kalo bank diuntungkan, perusahaan dirugikan, pajaknya yang dibayarkan juga kecil," ungkapnya.

Baca juga: Tak Boros Tapi Gaji Habis Sebelum Waktunya? Mungkin Karena Ini....

Sebelumnya pemerintah sedang mengejar DHE untuk memastikan kestabilan mata uang. Menko Perekonomian, Darmin bahkan menjelaskan salah satu penyebab rendahnya devisa RI karena adanya kebocoran ekonomi. Lantaran, DHE yang masuk ke Indonesia selama ini hanya 80-81 persen.

"Karena ada kebocoran dari ekonomi kita, saya sedang tidak bicara korupsi, saya mau bicara itu disinggung lagi oleh Pak JK. dari angka yang disinggung BI semua ekspor kita yang masuk devisanya 80-81 persen, Dalam kaidah ekonomi kalau devisanya tidak masuk, itu bocor, namanya. Ekonominya bocor," ujarnya saat diskusi dalam sebuah diskusi dalam sebuah acara di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis, (2 Agustus 2018).

Share :
Komentar :

Terkait

Read More