Forgot Password Register

Headlines

Hukuman Andi Narogong Diperberat Jadi 11 Tahun Bui

Andi Narogong (Foto: Antara/Wahyu Putro A) Andi Narogong (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Mahkamah Agung (MA) membenarkan bahwa Pengadilan Tinggi Jakarta telah memperberat pidana penjara untuk terpidana kasus proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong menjadi 11 tahun. Putusan tersebut memperberat pidana penjara Andi, yang semula diputus 8 tahun penjara.

"Ya, yang bersangkutan dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Itu semua tertera dalam putusan," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah, Jumat (20/4/2018).

Baca juga: MA Perberat Vonis Dua Terdakwa Kasus E-KTP

Selain menambah pidana penjara menjadi sebelas tahun, Andi juga dijatuhi denda sebesar satu miliyar rupiah, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Dalam putusan tersebut, Andi juga diharuskan membayar pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar USD2,5 juta ditambah USD350 ribu, paling lambat satu bulan setelah putusan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap.

Jika dalam jangka waktu tersebut denda itu tidak dibayarkan oleh Andi, maka harta benda Andi akan disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti.

Baca juga: Setya Novanto Ungkapkan Penyesalannya Telah Mengenal Johannes Marliem

Namun, bila ternyata Andi selaku terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar sejumah uang tersebut, maka dia akan dipidana penjara selama tiga tahun.

Selain Andi, MA juga memperberat hukuman dua terdakwa kasus e-KTP lainnya, yakni mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan Mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kemendagri, Sugiharto.

Irman semula divonis 7 tahun penjara dan Sugiharto yang divonis 5 tahun bui, kini harus menelan pil pahit lantaran keduanya masing-masing dijatuhi hukuman 15 tahun penjara oleh MA.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More