Forgot Password Register

Ikan Indonesia Mulai Dilirik Importir Prancis

Hasil tangkapan ikan nelayan. (Foto:Antara/Rahmad) Hasil tangkapan ikan nelayan. (Foto:Antara/Rahmad)

Pantau.com - Importir ikan di Marseille tertarik untuk membeli produk laut dari Indonesia dalam pertemuan "Business to Business (B2B)" membahas berbagai hal seperti kualitas, kuantitas, jenis ikan, dan sertifikasi.

Konsul Ekonomi KJRI Marseille, Perancis, Yonatri Rilmania, London, Selasa (1/5/2018) mengatakan, pertemuan yang diadakan di KJRI Marseille, Senin 30 April 2018 kemarin juga membahas hal terkait lainnya guna membangun kerja sama bisnis.

Temu bisnis dihadiri tiga importir dari Marseille, Perancis, yaitu Seablue, Seafoodia, dan Global Sea Products guna menjajaki peluang kerjasama dengan PT Intimas Surya dari Indonesia.

Baca juga: Untung Besar di Hari Buruh, Pedagang: Kalau Ada Demo Gini Alhamdulillah

Dalam kesempatan itu Konjen RI Marseille, Asianto Sinambela menyampaikan, potensi laut dan perikanan yang dimiliki Indonesia kepada ketiga importir ikan yang hadir dalam acara Temu Bisnis ini. Dikatakan dalam era pemerintahan Presiden RI saat ini terdapat beberapa kebijakan meningkatkan efektifitas industri perikanan di dalam negeri.

Kebijakan itu seperti kebijakan penenggelaman kapal asing serta kerugian disebabkan praktek IUU (Illegal, Unreported, Unregulated) Fishing, yang diimplementasikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP).

Menurut Konjen Asianto Sinambela, industri perikanan Indonesia, termasuk juga pelaku usaha di sektor industri ini, merupakan aktor penting  dalam memajukan potensi maritim Indonesia. PT Intimas Surya dari Bali menawarkan berbagai jenis ikan, seperti tuna, tongkol, kakap, mackerel, dan skipjack kepada importir Marseille.

Baca juga: Headlines Ngeluh Gaji Kecil? Cek Upah Pekerja di Negara Ini

Perusahaan tersebut mengantongi sertifikat dari Uni Eropa, yakni EU Approval Number (HACCP/Hazard Analysis Critical Control Point) yang menyatakan kedua perusahaan tersebut sesuai dengan standar produksi Uni Eropa. Sertifikasi tersebut merupakan platform utama dalam legalisasi internasional bagi semua pelaku usaha di sektor industri makanan.

Selama pertemuan, ketiga importir menunjukkan ketertarikannya untuk dapat bekerjasama dengan importir ikan dari Indonesia.Salah satunya adalah antara PT Intimas Surya dengan Global Sea Products yang harga FOB (freight on board) ikan tongkol dari pelabuhan Tanjung Priok.

Importir lainnya, seperti Seablue, yang telah menjalin kerjasama dengan perusahaan ini selama kurang lebih tujuh tahun, tertarik memperdalam kerja sama sebelumnya. Begitu juga dengan perusahaan Seafoodia menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki impor tuna dengan PT Intimas Surya.

Baca juga: Ini Alasan Emas Layak Jadi Investasi Masa Depan

Berdasarkan data dari lembaga France Agrimer, sebagian besar ekspor Indonesia ke Perancis tahun 2015 dan 2016 meningkat, antara lain Ikan tuna 2016 sebesar 1.052 ton atau senilai 5.244.000 euro, pada tahun 2015 baru 709 ton atau senilai 4.200.000 euro. Sementara Gurita 2016 (Frozen) 551 ton atau senilai 2.209.000 euro.

Sedangkan 2015 (Frozen) 473 ton atau senilai 1.660.000 euro, sedangkan udang tahun 2016 sebesar 649 ton atau senilai 6.102.000 euro (fresh, frozen) dan tahun 2015 baru 2 ton atau senilai 136.000 euro.

Kegiatan temu bisnis ini merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka Seafood Expo Global diadakan pada 24-26 April lalu di Brussels. Dalam pertemuan tersebut,hadir pejabat ekonomi KJRI Marseille dan Kemlu, pengusaha produk ikan Indonesia, serta importir Marseille.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More