Pantau Flash
Menpora Malaysia Sanjung Gojek Bantu Ekosistem e-Commerce Negaranya
BNPB: Kualitas Udara di Sumsel, Jambi, dan Riau Sangat Tidak Sehat
F1 Bakal Digelar di Miami pada Musim 2021
OJK: Kehadiran Palapa Ring Bisa Percepat Industri Fintech di Indonesia
Kementan Dorong Kawasan Perbatasan Jadi Lumbung Beras dan Ekspor

Indonesia-Singapura Perpanjang Pertukaran Mata Uang Rp100 Triliun

Indonesia-Singapura Perpanjang Pertukaran Mata Uang Rp100 Triliun Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long menyampaikan pernyataan pers bersama di Istana Singapura, Selasa (8/10). (Foto: Antara/Desca Lidya Natalia)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyepakati perpanjangan kerja sama keuangan bilateral antara Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) dalam bentuk pertukaran mata uang lokal dan transaksi repo.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, mengatakan kesepakatan perpanjangan kerja sama itu terjadi saat pertemuan retreat antara Pemerintah Indonesia dan Singapura pada Selasa (8 September 2019).

Baca juga: Pencari Kerja Catat! Di Australia Alumni Kampus Top Malah Dapat Gaji Kecil

Saat ini kerja sama keuangan yang dimiliki antara Bank Indonesia  dan Otoritas Moneter Singapura (MAS) adalah kerja sama bilateral pertukaran mata uang lokal (Local Currency Bilateral Swap Arrangement/LCBSA) senilai tujuh miliar dolar AS atau Rp100 triliun dan kerja sama dalam transaksi repo Bilateral Repo Line (BRL) senilai tiga miliar dolar AS atau Rp42,3 triliun.

"Kerja sama LCBSA dan BRL antara Indonesia dan Singapura tersebut merupakan realisasi dari komitmen kedua kepala negara untuk memperkuat kerja sama keuangan antara Indonesia dan Singapura dalam rangka mendukung stabilitas moneter, dan pendalaman pasar keuangan," ujar Onny.

Baca juga: Bak Huawei, Perusahaan Kecerdasan Buatan China Juga Masuk Daftar Hitam AS

Adapun LCBSA merupakan pertukaran mata uang lokal antara kedua bank sentral yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perdagangan internasional antarnegara tersebut, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan dolar AS.

Sementara kerja sama BRL dilakukan Indonesia dan Singapura dilakukan dalam rangka memperdalam kerja sama moneter di kawasan.

Penguatan kerja sama antarnegara yang terus diperkuat oleh Indonesia diharapkan dapat mendukung ketahanan ekonomi negara.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: