Forgot Password Register

Industri Ini Dipercaya Diuntungkan dengan Menguatnya Dolar

Mata Uang Dolar AS (Foto: Antara//Indrianto Eko Suwarso) Mata Uang Dolar AS (Foto: Antara//Indrianto Eko Suwarso)

Pantau.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih terus mengalami tekanan. Dilansir dari Bloomberg, rupiah hari ini pada perdagangan spot exchange berada di kisaran Rp15.188-15.255 per Dollar AS.

Kendati demikian pelemahan kurs ini justru menjadi keuntungan bagi para pelaku perdagangan ekspor. Salah satunya sektor pertanian tanaman tertentu. 

"Kalau kita (usaha) ekspor mau Rp20.000 (perdollar AS) happy dong. Iya dong (pangsa ekspor). Yang ekspor kan harapin kursnya makin turun aja. Ini kan tergantung kalau importir kan maunya menguat," ujar Ketua Komite Tetap Perkebunan Kadin, Rudyan Kopot saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2018).

Baca juga: Rupiah Nyaris Rp15.300, Sri Mulyani akan Sowan ke DPR Bahas Asumsi Rupiah di RAPBN 2019

Lebih lanjut menurutnya, dalam industri pertanian sangat kecil terpengaruh pelemahan kurs. Yang terpenting kata dia, iklim dan pemupukan terjaga. 

"Produksi nggak ada hubungannya dengan kurs. Produksi hubungannya dengan iklim, pemupukan. Bibitnya bagus atau nggak," ungkapnya.

Baca juga: Ini Faktor yang Mempengaruhi Rupiah Anjlok Menyentuh Rp15.200

Jika terjadi gangguan pada proses produksi seperti iklim atau lainnya maka akan lebih sulit distabilkan, sebab industri ini memiliki siklus tertentu namun konsumsi beberapa komoditas tidak bisa berhenti.

"Kecuali ada gangguan di iklim menyebabkan panen drop. Itu pasti naik mau distabilkan, itu agak susah karena emang secara alamiah ada siklus. Bisnis apapun ada siklus. Tapi di agricultur ada masa panen ada masa tanem. Dan masa nunggu sampai panen. Tapi kan konsumsi ada terus," jelasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More