Forgot Password Register

Headlines

Ini 4 Tuntutan Serikat Buruh di May Day 2018, Salah Satunya Copot Menteri Tenaga Kerja

Diskusi di Polemik 'MAY DAY, TKA DAN INVESTASI' (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati) Diskusi di Polemik 'MAY DAY, TKA DAN INVESTASI' (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Jelang Hari Buruh pada 1 Mei mendatang, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) telah mempunyai empat tuntutan yang akan disampaikan kepada pemerintah. 

Ketua Umum DPP SBSI Muchtar Pakpahan mengungkapkan salah satu tuntutannya yakni meminta Presiden Joko Widodo mencopot Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. 

Menurutnya, Hanif telah gagal dalam menciptakan hubungan industri yang tenang. 

Baca juga: Ketika Isu TKA Membuat 'Takut' Rakyat Indonesia

"Dalam May Day tahun ini kami meminta agar Menteri Tenaga Kerja diganti. Kalau tidak maka akan semakin merugi hubungan industri," kata Muchtar Pakpahan saat diskusi 'Polemik' di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4/2018). 

Tuntutan kedua SBSI juga meminta agar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 dicabut. Menurut Muchtar, PP tersebut tidak berpihak kepada kesejahteraan buruh. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) pun tak luput dari tuntutan SBSI. 

Muchtar mengatakan pemerintah telah melakukan pendekatan yang salah dengan diberlakukannya aturan tersebut. 

Baca juga: Nah Lho... Gara-gara Polemik TKA, Yusril Ihza Mahendra dan Hanif Dhakiri Adu Argumen

"Tentang Tenaga Kerja Asing (TKA), saya baca semua pasal yang ada pendekatan formalnya. Undang-undangnya itu melambat. Semua aturan lain, bagaimana cara masuk TKA, pendekatannya salah," terangnya. 

Terakhir Muchtar mengingatkan pemerintahan Jokowi untuk segera serius dalam mengatasi kesenjangan perekonomian. 

Ia mengatakan jangan sampai apa yang pernah dikatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bahwa Indonesia akan bubar pada 2030 menjadi kenyataan, karena pemerintah yang salah langkah. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More