Pantau Flash
Gempa 7,4 Guncang Maluku, Berpotensi Tsunami
Jokowi kepada Seluruh Kementerian: Belanjakan DIPA 2020 Secepat-cepatnya
Timnas U-22 Indonesia Terancam Tanpa Pemain Senior di SEA Games 2019
YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!

Ini 5 Alasan Mengapa Kita Sering Mengalami Deja Vu

Ini 5 Alasan Mengapa Kita Sering Mengalami Deja Vu Ilustrasi Deja Vu. (Shutterstock)

Pantau.com - Déjà vu yang berasal dari bahasa Prancis, secara harfiah "pernah dilihat", adalah fenomena merasakan sensasi kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman yang saat ini sedang dialami sudah pernah dialami di masa lalu. Namun, hal itu sangat sulit untuk dijelaskan.

Apa Alasan Seseorang Mengalami Deja Vu?

Berikut 5 alasan mengapa Anda mengalami Deja Vu, menurut para ahli dilansir dari The Healthy.

1. Imajinasi tinggi

imajinasi tinggi

Ilustrasi masa depan.(Foto: Shutterstock)

Orang dengan imajinasi yang tinggi cenderung mengalami Deja Vu yang lebih sering, tulis New York Times. Sekitar 70 persen dari populasi telah mengalami Deja Vu, dan fenomena itu lebih sering terjadi pada orang yang suka berpergian, atau orang orang dengan pendidikan tinggi.

Puncak Deja Vu terjadi pada masa awal dewasa. Selain itu, asalan neurologis menjelaskan mengapa orang kerap mengalami Deja Vu karena kelelahan atau stres.

Baca juga: Waspada, 5 Masalah Kesehatan Ini Mengintai Orang Kidal

2. Memori jangka panjang-pendek

memori jangka pendek

Ilustrasi bayangan. (Foto: ichef.bbci.co.uk)

Penjelasan ini berhubungan dengan bagaimana otak menyimpan memori jangka panjang dan jangka pendek. "Peneliti berpendapat bahwa informasi yang kita ambil dari lingkungan kita 'dapat keluar' dan salah mengambil jalan dari memori jangka pendek ke jangka panjang, melewati mekanisme transfer penyimpanan yang khas," tulis Psychology Today.

Para peneliti berpendapat keram otak tersebut dapat terjadi bahkan pada orang yang paling sehat.

3. Mengalami hal yang hampir sama

mengalami hal yang hampir sama

Ilustrasi bercermin. (Foto: mindwaft.com)

Dalam satu eksperimen, psikolog meminta siswa untuk menghafalkan daftar kata seolah mereka sedang mempersiapkan ujian. Kemudian, siswa yang duduk di depan layar komputer melihat daftar kata yang muncul. Mereka diminta untuk menandai kata yang telah mereka lihat pada daftar yang telah dihafalkan sebelumnya. 

Para peneliti menemukan mereka mampu membuat kata yang asing terlihat akrab dengan berkedip di layar selama beberapa milidetik. Itu berarti siswa sepenuhnya tak melihat dengan mata telanjang, namun para siswa masih percaya bahwa mereka telah melihatnya di daftar pertama.

Percobaan itu membuktikan betapa sedikitnya waktu yang diperlukan otak untuk memori jangka panjang sebagai pengalaman masa lalu. 

Baca juga: Ini 5 Bahaya Radiasi Handphone bagi Kesehatan! Bisa Picu Kerusakan Otak

4. Titik kosong di otak

titik kosong di otak

Ilustrasi deja vu. (Foto: Pixabay)

Beberapa percaya Deja Vu dapat disebabkan oleh campuran antara sensorik input dan memori output, seperti yang ditulis Psychology Today.

Hal itu berarti bahwa sesuatu yang sederhana seperti aroma parfum tua yang akrab bisa masuk ke otak bagian dalam dan berpikir bahwa peristiwa yang baru saja terjadi sudah familiar.

5. Mimpi masa depan

mimpi masa depan

Ilustrasi pemimpi. (Foto: Health)

Dr. Kathleen McDermott, seorang peneliti memori di Washington University mengatakan kepada New York Times, bahwa jika Anda membayangkan sesuatu yang mungkin tak terjadi di masa lalu, dapat menciptakan perasaan yang akrab akan hal tersebut pada masa yang akan datang. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Ragam