Forgot Password Register

Ini Alasan Pemerintah Dorong Penggunaan Euro 4

Pengisian BBM. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Pengisian BBM. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Kemenko Perekonomian memastikan pemerintah mendorong penerapan bahan bakar minyak (BBM) berstandar Euro 4. Bahan bakar jenis Euro 4 diklaim menurunkan 55 persen kandungan CO dalam udara, 68 persen kandungan Nox, dan 60 persen kandungan HC. 

Asisten Deputi Kemenko Perekonomian Dida Gardera mengatakan, pencemaran udara dan menimbulkan masalah kesehatan. Pihaknya mmenjelaskan memang belum ada angka pasti terkait kerugian akibat pencemaran udara dari polusi transportasi, namun dari beberapa riset diperkirakan kerugian ekonomi akibat kemacetan dan pencemaran bisa mencapai Rp40 triliun.

"Nilai ini akibat adanya kemacetan, pencemaran udara dan menimbulkan masalah kesehatan. Tingkat sulfur tinggi akan menimbulkan korosi dari keasaman air hujan ini jelas juga menimbulkan persoalan terhadap infrastruktur dan alat-alat mekanik elektronik," ujarnya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

Baca juga: Negara Lebih Untung Mana, Gunakan Bahan Bakar Solar atau Biodiesel?

Ia  menambahkan, industri nasional dianggap siap menindaklanjuti Permen LHK tentang BBM Euro 4 ini. Yakni, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan 0 atau yang lebih dikenal dengan Standar Emisi Euro IV.

"Konsekuensinya, kendaraan bermotor baru yang dijual pada Agustus 2018 wajib memenuhi standar Euro 4," ungkapnya.

Selain itu setelah September 2018 mobil bensin yang beredar di Indonesia harus memenuhi syarat emisi Euro 4. Sedangkan untuk kendaraan bermotor tipe baru dan yang sedang diproduksi berbahan bakar diesel mulai diberlakukan 10 Maret 2021.

"Namun dengan adanya momentum Asian Games 2018 maupun World Bank-IMF Meeting di Bali, penerapan BBM Euro 4 dipercepat mulai Agustus ini, mengingat tingkat emisi rendah menjadi syarat bagi penyelenggaraan ajang olahraga terakbar Asia ini," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More