Forgot Password Register

Ini Dampak Ekonomi Jika Cuti Lebaran Terlalu Lama

Uang Rupiah. (Foto: Pantau.com/Ammad) Uang Rupiah. (Foto: Pantau.com/Ammad)

Pantau.com - Sebelumnya, libur lebaran 2018 yang diajukan pemerintah Indonesia hampir dua minggu lamanya. Petusan ini rupanya banyak ditenang sejumlah pihak, khususnya pengusaha dan investor. Menurut Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, lamanya libur lebaran itu tidak wajar.

Ia menjelskan, bahwa kalender cuti di pasar keuangan sudah ditetapkan setahun sebelumnya. Dengan demikian, kalender itu menjadi dasar bagi investor dalam melakukan rencana investasi, rencana keuangan, dan anggaran.

"Tapi kalau mendadak-mendadak begini, agak nggak lazim," ujar Tito mengomentari keputusan cuti bersama dari 11 hingga 20 Juni yang dibuat pada 18 April lalu.

Baca juga: Apa Kabar Pasar Santa? Tempat Ekonomi Anak Muda Jakarta

Lebih lanjut, Tito juga menyindir masalah nilai tukar rupiah yang saat ini mengalami fluktuasi cukup tajam, sehingga menjadi hal yang tidak wajar jika pemerintah memilih meliburkan sejumalh elemen ekonomi selama dua minggu.

"Mata uang kita sedang berfluktuasi cukup tajam, naik turun. Ada ketidakpastian di dunia. Tiba-tiba dua minggu bursanya tutup," tambahnya.

"Kalau tiba-tiba ada perbaikan atau ada perubahan, tidak ada action selama dua minggu. Saya banyak menerima complaint dari investor asing, terutama," ungkapnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More