Forgot Password Register

Ini Dia Biang Kerok Pengobatan Gigi di Indonesia Jadi Mahal

Ini Dia Biang Kerok Pengobatan Gigi di Indonesia Jadi Mahal Drg. Hananto Seno (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Ketua Umum Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indoneia (PDGI) Hananto Seno menyayangkan Indonesia sebagai pemilik sumber daya manusia dan sumber daya bahan yang luar biasa pembuatan produk pengobatan gigi masih cenderung tertinggal dari negara lainnya di dunia.

"Riset yang dilakukan fakultas dokter gigi dan LIPI itu bagus, secara industri kita masih lemah. Ini harus dikaji, dilakukan terus ," ujar Hananto Seno dalam konferensi pers peluncuran 'Indonesia Dental Exhibition & Conference' (IDEC) 2019 di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2018).

Hananto membuat target, dengan sebanyak 35 ribu anggota PDGI akan saling berkolaborasi membuat Indonesia mampu memproduksi bahan-bahan pengobatan dunia kedokteran gigi pada 2020, sehingga terbebas dari impor, dan harga pengobatan tidak lagi jadi hambatan karena mahal.

Baca juga: IDEC 2019, Acara yang Wajib Didatangi Para Dokter Gigi Indonesia

"Kita datangkan perusahaan internasional mau berinvestasi, keahlian, bahwa kebutuhan Indonesia itu banyak," tutur Hananto.

Berkaca dari Singapura, negara tersebut kebutuhannya tidak terlalu banyak. Tapi hebatnya, negara yang hanya seluas ibukota Indonesia itu sudah mampu memproduksi obat dan teknologi yang cenderung maju.

"Perkembangan industri masih rendah yang bisa dipenuhi oleh industri kita, energi kebutuhan bahkan 90 persen impor, tapi rata-rata masih dibawah standar," lanjutnya.

Baca juga: Tak Perlu ke Dokter Gigi, Ternyata Ada Cara Mudah Hilangkan Plak Gigi Loh

Karena itu, kata dia, penting memajukan kompetensi sumber daya manusia sekaligus teknologi di Indonesia, melalui berbagai pertemuan para dokter gigi dunia, sekaligus industri teknologi pengobatan gigi melalui IDEC 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Assembly Hall pada 13 hingga 15 September 2019.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More