Pantau Flash
Ungkit Kemesraan dengan PDIP di Era SBY, Demokrat Inginkan Kursi Ketua MPR
Polisi Klaim Kantongi Identitas Bandar Besar Pemasok Narkoba ke Nunung
Tatap SEA Games 2019, Cabor Renang Ikut Kejuaraan Dunia di Korsel
Lanjutan Sidang Sengketa Pileg 2019, MK Putus 260 Perkara
Buat yang Minat, Walmart Tawarkan Beasiswa untuk Siswa SMA

Ini Penjelasan Kabasarnas Terkait Kelanjutan Evakuasi Lion Air JT-610

Ini Penjelasan Kabasarnas Terkait Kelanjutan Evakuasi Lion Air JT-610 Konferensi Pers Basarnas (Foto:Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Muhammad Syaugi menyampaikan kelanjutan proses evakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 akan diputuskan Rabu, 7 November 2018.

"Akan dilihat dengan perolehan hari (Selasa) ini dan besok (Rabu) pagi, lalu siangnya akan dirapatkan kemudian diputuskan. Kami lihat dulu trennya seperti apa," tutur Syaugi saat ditemui di dermaga JICT II Tanjung Priok Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Waktu Evakuasi Korban Pesawat JT-610 Tersisa Tiga Hari, Ini Strategi Basarnas

Syaugi mengatakan keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan pencarian akan dilihat dari jumlah temuan. Jika semakin bertambah banyak maka proses evakuasi yang kini berpusat di Utara Tanjung Pakis, Karawang, akan dilanjutkan, namun akan dihentikan jika tren menunjukkan hal sebaliknya.

"Kami akan terus berusaha maksimal untuk mencari saudara-saudara kita yang masih belum ditemukan," tegasnya.

Sementara untuk pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR) hingga Selasa ini belum membuahkan hasil karena terkendala sinyal ping yang sulit dideteksi.

Baca juga: Evakuasi Korban Pesawat Lion Air Sisa Tiga Hari Lagi, Kabasarnas: Kami Tetap 'All Out'

Tim pencari gabungan yang diperkuat dengan ratusan penyelam dan wahana Remote Operating Vehicle (ROV) belum bisa menemukan salah satu bagian kotak hitam itu meski sudah memiliki fokus area penyisiran.

"Sinyalnya itu sudah sangat lemah, tapi kami perkirakan ada di sisi Barat Daya, di sekitar serpihan badan pesawat. Selain itu lumpur di dasar laut sangat menghambat, ketebalan lumpur bisa mencapai 1,5 meter," pungkas Syaugi.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Category
Nasional

Berita Terkait: