Pantau Flash
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka
Polri Klaim Situasi Papua Barat Kondusif
Kapolda: Kamtibmas Papua Sudah Kondusif dan Aman
Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Timur
Trump Serang Ford Karena Tak Mendukung Efisiensi Bahan Bakar

Ini Strategi Baru Eropa Bendung Gelombang Kedatangan Migran

Ini Strategi Baru Eropa Bendung Gelombang Kedatangan Migran Sejumlah migran yang berusaha mencapai daratan Eropa. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Empat belas negara anggota Uni Eropa (EU) telah menyetui mekanisme solidaritas baru, yang diusulkan oleh Jerman dan Perancis, untuk pembagian jumlah penerimaan migran di seluruh kawasan EU, kata Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Para menteri luar negeri dan menteri dalam negeri EU sebelumnya melakukan pertemuan di Paris untuk membahas masalah imigrasi dan keamanan. Pertemuan Paris itu merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama di Finlandia pekan lalu.

"Kesimpulan dari pertemuan pagi ini adalah bahwa pada prinsipnya 14 negara anggota, pada tingkat ini, telah menyatakan setuju pada dokumen yang diajukan Prancis dan Jerman," kata Macron kepada para wartawan, dikutip Reuters, Rabu (24/7/2019).

Macron tidak memberikan keterangan rinci namun mengatakan bahwa prakarsa baru itu akan dijalankan secara cepat dan otomatis.

Baca juga: Trump Klaim Razia Senyap Buru Imigran untuk Dideportasi Berjalan Sempurna

Seorang sumber yang dekat dengan kalangan kantor kepresidenan Prancis mengatakan kepada Reuters bahwa, selain Perancis dan Inggris, negara-negara yang telah menyatakan setuju dengan sistem baru itu antara lain Finlandia, Luksemburg, Portugal, Lithuania, Kroasia, dan Irlandia.

Namun, Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini, yang negaranya berada di garis depan dalam menghadapi gelombang kedatangan migran di Eropa, tidak mengikuti pertemuan tersebut.

Dalam surat yang ditujukan kepada mitranya dari Perancis Mendagri Christophe Castaner, Salvini memperingatkan dampak keputusan "yang hanya diambil di Paris dan Berlin."

Baca juga: Terungkap, Ini Alasan Kolombia Berikan Izin Tinggal pada Migran Venezuela

Italia telah menerima hampir semua migran yang diselamatkan oleh kelompok-kelompok kemanusiaan sampai pemerintahan koalisi populis mengambil alih kekuasaan pada 2018 dan segera berupaya menutup pelabuhan-pelabuhan Italia bagi kapal-kapal kemanusiaan.

Menurut data Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), tahun ini sedikitnya sudah 426 orang yang kehilangan nyawa di Laut Tengah dalam perjalanan mereka untuk mencapai Eropa.

Macron mengatakan, Perancis telah meminta Pemerintah Libya untuk memastikan agar para migran tidak lagi ditahan di negara itu dan bahwa langkah-langkah yang memadai harus diambil guna menjamin keselamatan mereka.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: