Forgot Password Register

Intip Ragam Cara Pengusaha 'Akali' Peningkatan Harga Produksi

Intip Ragam Cara Pengusaha 'Akali' Peningkatan Harga Produksi Diskusi ekonomi (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan kondisi harga jual pasca diberlakukannya penyesuaian Pajak Penghasilan (PPh) impor Pasal 22 tergantung pada jenis barang. 

"Ketika demandnya kuat, maka tarif berapapun masih (dibeli) Karena terkait suplai dan demand. Soal harga. Gitu," ujarnya saat ditemui usai diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Baca juga: Sebut Ekonomi Global bak Avenger Infinity War, Siapa Thanos yang Dimaksud Jokowi?

Selain itu menurutnya, bagi penjual barang umum tentunya akan saling melihat kompetitor. Bila masih memiliki stok lama pengusaha akan cenderung menahan kenaikkan harga jual. 

"Biasanya, kalau sudah disesuaikan, saya akan coba tahan. Bahan yang lama berapa tahan, saya udah impor utk beberapa bulan. Eh ternyata rupiah udah menguat nih, kan bisa aja kan. Walaupun dinaikkan PPh. Saya akan mencoba bertahan nih. Akan dicek lagi, apa barang-barang ini bisa bertahan gak kalo saya bertahan. Masih menguntungkan saya enggak," ungkapnya.

Baca juga: Dekat dengan Kehidupan Kita, Apakah Produk Amerika Ini akan Naik Harga?

Selain itu menurutnya untuk barang-barang khsusu yang relatif tak memiliki kompetitor kemungkinan akan langsung diterapkan penyesuaian tarif. 

"Kita liat, brand ini dipegang saya sendiri atau dipegang orang lain juga. Tapi kalau brand dipegang saya sendiri, langusng naikkan, karena tidak ada pesaing yang sama, Ya sudahlah, kita iklankan saja. 

"Tapi kalau sifat barangnya umum, itu gak bisa. Atau barang-barang memang kompetitornya lebih banyak dan caranya banyak untuk ngambil posisi market. Ya sudah, daripada buang iklan, dia buang di harga. Setelah ada di market, dia pelan-pelan naikin, itu umum kejadian begitu," paparnya.

Baca juga: Tak Hanya Soeharto, Presiden RI Ini Juga Lengser Tersandung Masalah Krisis

Lebih lanjut pihaknya mengaku belum bisa memastikan dampak dari penyesuaian tarif PPh impor ini. Pihaknya memastikan pengusaha pasti akan menyesuaikan kebijakan ini dengan proses produksinya.

"Kita harus liat dalam waktu 3 bulan. Mungkin, walau sementara belum dibuat di dalam negeri, tapi orang akan coba re-check. Namanya pengusaha, wah ini dinaikkan nih, selama ini gak bisa bersaing karena harga beda-beda dikit dan kualitas bagus. Kalo diperbaiki, harga harus dinaikkan. Segera dibuat lagi (penyesuaian)," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More