Forgot Password Register

IPW: Bom Surabaya dan Sidoarjo Munculkan Empat Fenomena Baru

Bom di Polresta Surabaya (Foto: Istimewa) Bom di Polresta Surabaya (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengatakan kasus bom yang mengguncang Surabaya dan Sidoarjo memunculkan empat fenomena baru dalam dunia teror Indonesia.

"Melihat teror yang beruntun di Surabaya, jajaran kepolisian harus lebih cermat lagi. Sebab kasus Surabaya memunculkan empat fenomena dalam dunia terorisme Indonesia," ujar Neta S Pane saat dihubungi Pantau.com, Senin (14/5/2018).

Baca juga: Polri: Teror Surabaya adalah Balas Dendam Pengikut Aman Abdurrahman

Kata Neta, fenomena satu keluarga dan adanya perempuan yang terlibat sebagai pelaku bom bunuh diri merupakan penemuan baru. Pelaku bom bunuh diri yakni pasangan suami istri beserta empat orang anaknya, dua laki-laki, dan dua perempuan.

"Inilah pertama kali satu keluarga terlibat dalam melakukan serangan teror bom bunuh diri. Kedua, keterlibatan perempuan dalam aksi bom bunuh diri makin masif," kata Neta.

Neta menambahkan, adanya fakta jika pelaku teror nekat mendatangi kantor polisi juga menjadi suatu fenomena yang baru di Indonesia. Seperti yang terjadi saat Polrestabes Surabaya diserang teror, Senin pagi.

"Ketiga, para teroris makin nekat mendatangi polisi meskipun di markasnya, untuk melakukan serangan," katanya.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Teroris di Graha Pena Surabaya

Terakhir, fenomena lainnya ialah ternyata pelaku bom bunuh diri bukan hanya dari kalangan terbelakang dan kurang pendidikan karena ekonomi terbatas. Faktanya keluarga pelaku teror tersebut merupakan keluarga yang ekonominya berkecukupan dan tak kekurangan.

"Keempat, kasus bom Surabaya menunjukkan bahwa pelaku teror bom bunuh diri bukan lagi hanya dari kalangan ekonomi lemah, tapi juga sudah melibatkan kalangan ekonomi mapan," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More