Forgot Password Register

IPW Soal Kerusuhan Mako Brimob: Makanan Bukan Alasan Sebenarnya

Mako Brimob (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay) Mako Brimob (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Pantau.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane tidak sependapat jika makanan jadi penyebab kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Menurutnya, polisi sudh diincar para napi teroris untuk diserang.

"(Makanan) itu hanya pemicu, jadi sebenarnya, teroris ini sangat tahu polisi kita tidak profesional tidak peka, tidak tanggap. Sementara, sejak lima tahun terakhir serangan teroris memang polisi, mereka nyerang kantor polisi, nyerang polisi di jalanan. Karena musuh utama mereka polisi," ujar Neta S Pane saat dihubungi Pantau.com, Rabu (9/5/2018).

Baca juga: Rusuh Mako Brimob, IPW Desak Kapolri Evaluasi Dankormar Brimob

Selain itu, kesalahan besar polisi lainnya yang semakin memicu kerusuhan oleh para napi pelaku teror adalah dipersatukannya 165 napi di lokasi yang sama. 

"Kesalahan besar di satu tempat teroris itu dikumpulkan dalam jumlah besar," ujarnya. 

Padahal seharusnya, kata Neta, para teoris itu haruslah ditempatkan pada tempat terpisah dan dikelompokkan menjadi kelompok kecil, tentu saja dengan tidak melupakan faktor pembinaan. 

"Jadi memang ada pola-pola pembinaanya, itu terus dilakukan, kemudian mereka disebar jadi disebar ke berbagai tempat, jadi mereka kecil-kecil jangan disatukan, jadi lebih besar," katanya. 

Besarnya kelompok inilah, yang dinilai Neta tidak seimbang dengan pengamanan yang terbilang sedikit dan tidak sepadan dengan jumlah napi yang ada, terlebih mereka adalah teroris. 

"Itu kapasitas Mako Brimob itu enggak segitu banyak, kan sebenarnya kecil untuk Mako Brimob, sementara jumlah petugas yang ngawas sedikit, di sinilah kecerobohan dari polisi," ucapnya.

Baca juga: Kata Polisi Soal Kondisi Ahok Pasca Rusuh di Rutan Mako Brimob

Bahkan lebih lanjut, Neta juga mengkritisi kondisi Mako Brimob yang tidak tepat dibangun rutan di dalamnya. 

"Rutan Brimob itu enggak layak buat jadi rutan, harusnya itu segera dibongkar dikeluarkan, jadi supaya apa?, konsentrasi Brimob tidak tersandera oleh kegiatan di rutan itu, sekarang kan rutan itu yang kelola Bareskrim, tapi yang kena getahnya Brimob," katanya.

"Kalau dulu rutan itu, dibikin kalau ada Brimob-Brimob yang nakal dimasukkan ke situ, bukan untuk orang luar," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More