Pantau Flash
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014
Anies Pastikan Pemprov DKI Lepas Saham di Perusahaan Bir Tahun Depan
Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Kami Tidak Masukkan ke RAPBN 2020
Dua Kali Tertinggal, Madura United Tahan Imbang Persija 2-2
Zakir Naik Dipanggil Polisi Malaysia Terkait Berita Hoax dan China

Iran Luncurkan Sistem Pertahanan Udara Bernama 'Falaq', Apa Kecanggihannya?

Iran Luncurkan Sistem Pertahanan Udara Bernama 'Falaq', Apa Kecanggihannya? Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Iran meluncurkan sistem pertahanan rudal terbaru yang diberi nama Falaq. Sistem pertahanan rudal itu disebut mampu menjangkau 400 kilometer dan mendeteksi lokasi rudal jelajah, rudal balistik, hingga drone milik musuh.

Peluncuran sistem pertahanan terbaru Iran pada Sabtu, 10 Agustus 2019, di tengah-tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang sudah berlangsung sejak beberapa bulan belakangan di Teluk.

Laporan dari stasiun televisi negara, menunjukan Falaq memiliki radar gerak yang diklaim merupakan versi terbaru dari sistem Gamma, yang disebut para pakar militer berasal dari sistem pertahanan milik Rusia, seperti dikutip Reuters, Senin (12/8/2019).

Baca juga: Rouhani: Perang dengan Iran adalah Puncak Segala Perang! Bagaimana AS?

"Sistem ini memiliki kemampuan tinggi dan dapat mendeteksi semua jenis kapal pesiar dan rudal balistik hingga drone," kata Brigadir Jenderal Alireza Sabahifard, Komandan Pertahanan Udara Tentara Reguler Iran, dikutip oleh kantor berita resmi Mehr.

Sabahifard mengatakan bahwa Falaq adalah versi yang telah dirombak secara lokal dari sebuah sistem yang telah beroperasi dalam waktu yang cukup lama karena pemberlakuan sanksi, kurangnya suku cadang, serta ketidakmampuan teknisi asing untuk melakukan perbaikan, demikian laporan Mehr. Meski demikian, ia tidak mengungkapkan dari mana sistem pertahanan itu berasal.

Falaq merupakan sistem radar-array bertahap yang dapat dimasukkan ke dalam pertahanan udara terpadu Iran yang lebih besar, yang mencakup sistem rudal S-300 Rusia yang dikirim pada tahun 2016 silam.

Baca juga: Soal Kesepakatan Nuklir, Iran Tantang Arab Saudi Kapan Berunding

Pengungkapan sistem pertahanan rudal terbaru Iran itu dilakukan di tengah peningkatan ketegangan yang terjadi antara Teheran dengan Washington.

Analis militer Barat menyebutkan bahwa Iran kerap kali membesar-besarkan kemampuan senjata miliknya, meskipun tetap waspada dengan program misil balistik jarak jauh yang telah mendorong Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir 2015.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: