Forgot Password Register

Iran Peringati Kim: Trump Orang yang Gampang Melanggar Perjanjian

Iran Peringati Kim: Trump Orang yang Gampang Melanggar Perjanjian Kim Jong Un dan Donald Trump. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un harus tahu bahwa AS memiliki sejarah licik dan bisa saja dengan gampang menghentikan perjanjian dan melanggar komitmen mereka. Hal itu disampiakan plejh Kementerian Luar Negeri Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif juga mneyebutkan di akun twitter-nya, jika pertemuan puncak Trump-Kim penuh dengan pesimisme seperti dilansir dari Sputnik, Selasa (12/6/2018).

Pihak AS terus menyuarakan denuklirisasi di Semenanjung Korea di bawah persyaratan yang memberikan otoritas luas kepada pemerintah AS dan internasional. Selanjutnya, dengan kekuasaan tersebut dapat memeriksa reaktor nuklir di Korea Utara kapan saja.

Baca juga: Ini Isi Perjanjian Bersejarah Donald Trump-Kim Jong Un

Pada tahun 2015, anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa AS, Inggris, Prancis, Cina dan Rusia bergabung dengan Jerman dan Iran dalam menyetujui Rencana Aksi Komprehensif Bersama, yang lebih dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran.

Kesepakatan tersebut, memungkinkan inspektur dari Asosiasi Energi Atom Internasional untuk mengaudit fasilitas nuklir Iran dan memastikan kepatuhan dengan pembatasan pengayaan uranium sebagai ganti pencabutan sanksi.

Teheran didapati patuh oleh orang-orang seperti Menteri Pertahanan AS James Mattis, IAEA, dan pada dasarnya siapa saja yang memeriksa fasilitas yang dimaksud. Namun demikian, tiga tahun setelah perjanjian ditandatangani oleh pendahulunya, Trump pindah untuk keluar dari kesepakatan bulan lalu.

Baca juga: Napak Tilas Kim Jong Un: Tahta, Rambut Hingga Jean Claude Van Damme

Sebelumnya diberitakan, jika kedua pemimpin yang dulunya sering terlibat perang dingin itu telah bertemu. Mereka pun telah menandatangani perjanjian sejarah setelah melakukan pertemuan di Singapura.

Presiden Trump berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan kepada DPRK, dan Ketua Kim Jong Un menegaskan kembali komitmennya yang teguh dan teguh untuk menyelesaikan denuklirisasi Semenanjung Korea.

1. Amerika Serikat dan DPRK berkomitmen untuk membangun hubungan baru AS-DPRK sesuai dengan keinginan masyarakat kedua negara untuk perdamaian dan kemakmuran.

2. Amerika Serikat dan DPRK akan bergabung dengan upaya mereka untuk membangun rezim perdamaian yang abadi dan stabil di Semenanjung Korea.

3. Menegaskan kembali Deklarasi Panmunjom 27 April 2018, DPRK berkomitmen untuk bekerja menuju denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea.

4. Amerika Serikat dan DPRK berkomitmen untuk memulihkan POW / MIA tetap, termasuk pemulangan segera dari mereka yang sudah diidentifikasi.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More