Forgot Password Register

Istri Terduga Teroris Bekerja di Kemenag, Ini Kata Menteri Lukman

Istri Terduga Teroris Bekerja di Kemenag, Ini Kata Menteri Lukman Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Pantau.com - Wiqoya (48) istri dari terduga teroris di Sidoarjo diketahui bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Agama wilayah Jawa Timur. Terkait hal tersebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan akan memberikan sanksi bila terbukti turut terlibat aktivitas terorisme.

"Kalau kemudian ternyata ada yang diduga melakukan aktivitas terkait terorisme tentu kami di Kementerian Agama akan memberikan sanksi sebagaimana ketentuan regulasi setiap ASN," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Baca juga: Terkuak, Istri Teroris di Surabaya Ternyata PNS Kemenag Jatim

Lukman menegaskan hal tersebut telah ditegaskan saat mengawali pengangkatan kerja para ASN diharuskan tunduk pada Undang-undang ASN. Ia memastikan akan memberikan sanksi tegas jika yang bersangkutan terbukti turut melakukan tindakan terorisme.

"Apalagi Kemenag itu mengawali masa kerjanya dengan mengangkat sumpah jika dia harus tunduk pada Undang-undang ASN dan kalau memang betul-betul yang bersangkutan kemudian terbukti melakukan tindakan-tindakan terorisme tentu yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi sebagaimana ketentuan," katanya.

Dari kejadian tersebut, kata Lukman, pihaknya akan lebih mewaspadai seluruh pegawainya agar terhindar dari kegiatan terorisme. 

"Adanya peristiwa ini tentu kami akan memetik pelajaran dengan memperketat mewaspadai bahwa ASN kita adalah mereka yang sama sekali tidak terkait apalagi melakukan tindakan terorisme," ujarnya.

Baca juga: Begini Kondisi AIS, Anak Pelaku Bom Polrestabes Surabaya

Meski demikian, pihaknya mengaku tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan menunggu putusan hukum untuk memberikan sanksi sesuai dengan aturan bila terbukti melakukan kesalahan.

"Karena sekarang sedang diproses, bagaimana pun kita menjunjung asas praduga tidak bersalah dan ketika nanti putusan hukum telah jelas akan dilihat bentuk kesalahannya dan sanksi menyesuaikan," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More