Pantau Flash
Kementan Ekspor Dedak Gandum Cilegon ke 4 Negara Senilai Rp39,6 Miliar
Ekspor Jepang Loyo 10 Bulan Berturut-turut
Soal Brexit: Inggris Bisa Keluar dari Uni Eropa dalam 10 Hari ke Depan
Jelang Duel dengan Petinju Afsel, Daud Yordan Fokus Latih Tanding
Pemerintah Diminta Konsisten Terapkan Aturan IMEI

Jadi Pengimpor Terbesar Sirip Hiu di Luar Asia, Kanada Malah Niat Stop

Jadi Pengimpor Terbesar Sirip Hiu di Luar Asia, Kanada Malah Niat Stop Tumpukan ikan hiu (Foto: ABC News: Phil Hemingway)

Pantau.com - Kanada mengimpor sekitar 170.000 kilogram sirip hiu pada tahun 2017. Namun, Kanada menjadi negara G20 pertama yang melarang impor dan ekspor sirip hiu, dalam upaya membantu melestarikan predator yang terancam itu.

Kanada adalah pengimpor terbesar sirip hiu di luar Asia, meskipun perburuan sirip hiu di perikanan domestik dinyatakan ilegal sejak 1994.

Perdagangan sirip hiu diyakini telah berkontribusi pada status terancam punah yang disematkan pada banyak spesies hiu di seluruh dunia. Diperkirakan sepertiga dari sirip yang diperjualbelikan berasal dari spesies yang dalam bahaya kepunahan.

Para pengkritik praktik ini mengatakan banyak sirip hiu didapatkan dengan cara yang tidak manusiawi dan tidak berkelanjutan, serta telah berdampak buruk pada populasi hiu global.

Perburuan sirip hiu biasanya dilakukan dengan memotong sirip saat si hiu masih hidup, dan melepasnya kembali dengan tubuh yang tidak utuh.

Baca juga: Saat Nelayan Indonesia Masih Berburu Sirip Ikan Hiu untuk Diekspor

RUU Kanada melarang impor dan ekspor sirip hiu yang tidak menempel pada hiu, ke dan dari Kanada. RUU itu disahkan oleh parlemen pada pekan ini setelah bertahun-tahun diupayakan oleh legislator dan juru kampanye, dan menerima Persetujuan Kerajaan pada hari Jumat.

Sirip adalah salah satu dari beberapa jenis makanan laut paling mahal di dunia, karena dagingnya dianggap sebagai makanan lezat. Pada tahun 2018, Kanada mengimpor lebih dari 148.000 kg sirip hiu.

"Kami bukan pemain terbesar, tapi kami tetap pemain," kata Direktur Eksekutif Oceana Canada Josh Laugren, yang melobi untuk undang-undang itu, kepada BBC.

"(RUU itu) penting dengan sendirinya dalam mengatur perdagangan sirip hiu tapi juga mudah-mudahan memimpin jalan bagi negara lain untuk mengikutinya," tambahnya.

Baca juga: INDEF: Infrastruktur Indonesia Belum Terkoneksi Antar Industri

PBB memperkirakan bahwa 73 juta hiu dibunuh untuk siripnya setiap tahun. Seperti di Kanada, kepedulian akan konservasi telah mendorong desakan untuk membatasi perdagangan sirip hiu di negara lain.

Di AS, terdapat larangan perdagangan sirip hiu di beberapa negara bagian seperti Washington, Oregon, California, dan Texas. Kongres juga tengah mempertimbangkan undang-undang tentang masalah ini. Ada juga bukti bahwa kampanye kesadaran publik bisa berdampak pada konsumsi sirip ikan hiu.

Di China, sup sirip hiu telah dimakan selama berabad-abad, tapi kehilangan popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir menyusul upaya konservasi, termasuk oleh mantan bintang NBA Yao Ming, yang berusaha selama bertahun-tahun untuk membendung permintaan di negara asalnya.

Sejak 2013, tidak ada hidangan sirip hiu yang disajikan di acara resmi pemerintah China. Meskipun ada cara untuk menangkap ikan hiu secara berkelanjutan, Josh Laugren dari Oceana Canada membandingkan larangan perdagangan sirip dengan upaya membendung perdagangan gading gajah.

Perdagangan gading secara internasional dilarang pada tahun 1990, dan larangan di negara-negara seperti China diberlakukan baru-baru ini.

"Itu begitu di luar kendali sehingga larangan menjadi satu-satunya cara efektif untuk menghentikan anjloknya populasi hewan bergading," kata Laugren.

Hiu masih menghadapi tekanan lingkungan lainnya, dan Laugren mengatakan langkah-langkah lebih lanjut seperti tindakan keras terhadap penangkapan ikan ilegal dan pengelolaan hiu yang ditangkap sebagai bycatch, istilah perikanan untuk spesies non-target yang ditangkap secara tidak sengaja diperlukan.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi