Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Bahar bin Smith

Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Bahar bin Smith Habib Bahar bin Smith. (Foto: Antara)

Pantau.com - Jaksa Penuntut Umum menolak seluruh nota keberatan atau eksepsi yang dilayangkan kuasa hukum terdakwa perkara penganiayaan kepada dua remaja di Kabupaten Bogor, Habib Bahar bin Smith, karena surat dakwaan yang dijadikan poin keberatan sudah sesuai dengan fakta.

"Menolak atas eksepsi atau nota keberatan dari penasihat hukum terdakwa," kata Jaksa Penuntut Umum, Suharja, pada sidang lanjutan perkara dengan terdakwa Habib Bahar bin Smith di ruang sidang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bandung, Kamis (13/2/2019).

Suharja mengatakan, tidak ada kekeliruan dalam surat dakwaan yang didakwakan kepada terdakwa Bahar Smith.

Baca juga: Sidang Lanjutan Bahar bin Smith Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Massa FPI

"Menyatakan surat dakwaan jaksa penuntut umum atas nama Habib Bahar telah disusun secara jelas dan cermat," kata Jaksa.

Oleh karena itu, jaksa juga meminta majelis hakim untuk tetap melanjutkan proses persidangan ke tahap pemeriksaan terdakwa.

"Meminta kepada majelis hakim untuk tetap menerima surat dakwaan yang dibacakan pada Kamis 27 Februari untuk dijadikan dasar pemeriksaan atas nama Habib Bahar bin Smith," kata dia.

Baca juga: Kuasa Hukum Ajukan Keberatan Sidang Bahar Smith Digelar di PN Bandung

Selanjutnya jaksa menyimpulkan, permohonan eksepsi Bahar melalui kuasa hukumnya dirasa tidak berdasar sehingga jaksa meminta hakim untuk menolak eksepsi itu.

"Majelis akan memutuskan sikap dalam bentuk putusan untuk itu majelis akan meminta waktu satu minggu," kata Ketua Majelis Hakim, Edison Muhammad.

Selain Bahar, ada dua terdakwa lain yakni Agil Yahya dan Abdul Basit Iskandar yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Muhamad mengatakan, persidangan akan dilanjutkan pada Kamis pekan depan dengan agenda pembacaan putusan sela.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Peristiwa

Berita Terkait: