Pantau Flash
Fakhri Husaini Bantah Pamit dari Timnas U-19
Bom Mobil Terjang Demonstrasi Anti Pemerintah di Irak, 4 Orang Tewas
Menangi Perang Saudara, Ginting ke Final Hong Kong Open 2019
Hasil Kualifikasi MotoGP Valencia 2019: Quartararo Kalahkan Marquez
Polda Sumut Tetap 18 Tersangka dalam Serangan Bomber di Polrestabes Medan

Jam Kerja ASN di Kalteng Dikurangi Akibat Kabut Asap

Jam Kerja ASN di Kalteng Dikurangi Akibat Kabut Asap Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tenga.h (Foto: Antara/Untung Setiawan)

Pantau.com - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail Bin Yahya memastikan, pengurangan jam kerja aparatur sipil negara dan tenaga kontrak di lingkungan pemerintah provinsi, tidak akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat.

Surat edaran yang telah dikeluarkan terkait jam kerja ASN dan tenaga kontrak hanya dikurangi 30 menit dari biasanya dan tetap memperhatikan kondisi pekatnya kabut asap.

"Kalau kabut asap pekat, jam masuk kerja dimundurkan dari jam 07.30 wib, menjadi 08.00 Wib. Tapi kalau kepekatan kabut asap tidak terlalu, jam masuk seperti biasa," ucapnya di Palangka Raya, Senin (16/9/2019).

Baca juga: Pesawat Kepresidenan Mendarat di Tengah Kabut Asap Karhutla di Riau

Selain pengurangan jam kerja, aktivitas ASN dan tenaga kontrak di luar ruangan, khususnya senam kesegaran jasmani yang dilaksanakan setiap hari Jumat, dihentikan sementara waktu.

Habib Ismail mengatakan untuk jam kerja di lingkup rumah sakit umum daerah dan UPT Kesehatan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat mengatur jam kerja tersendiri selama bencana kabut asap.

"Ketentuan itu belum dipastikan sampai kapan diberlakukan, karena sambil melihat situasi kabut asap yang tidak menentu. Tapi, sudah mulai diberlakukan sejak, Senin (16/9)," kata dia.

Baca juga: Polri Sebut Jumlah Tersangka Kahutla Bertambah, Ini Rinciannya

Dikatakan, pengaturan jam kerja ini tentu tetap mempertimbangkan dan tidak mengurangi semangat pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah tentunya terus berupaya mewujudkan kelancaran tugas dan fungsi kerja pegawai, sehingga perlu adanya pengaturan jam kerja.

Hal ini tentunya perlu diperhatikan, karena kabut asap dinilai semakin pekat dan udara sudah semakin tidak sehat yang dibuktikan dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Kondisi sekarang ini tentu sangat mengancam terutama terhadap Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

"Tentu pemerintah tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Sekalipun ada pengunduran jam masuk. Intinya pelayanan tidak akan terganggu," demikian Habib Ismail.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: