Pantau Flash
Seniman Djaduk Ferianto Meninggal Dunia
Boeing Klaim 737 MAX Kembali Layani Penerbangan Komersil Januari Mendatang
PAN: Kami Dukung Amandemen Terbatas UUD
Dovizioso Akui Berat Rebut Gelar Juara Tim MotoGP 2019
DPD RI Sebut Pilkada Bisa Kembali Dipilih oleh DPRD

Jangan Asal Dandanin Si Kecil Mom, Ini Usia Anak Yang Pas Buat Make Up

Jangan Asal Dandanin Si Kecil Mom, Ini Usia Anak Yang Pas Buat Make Up Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com -Ketika ada acara festival di sekolah atau untuk menghadiri acara penting keluarga, biasanya orang tua akan mendandani anak perempuannya secantik mungkin. 

Dandanan itu juga tak lepas dari penggunaan make up pada wajah si anak. Meski sebetulnya ada alasan medis make up tidak bagus jika digunakan kepada anak-anak. 

Pakar kulit dari Children & Adult Skin Hair Laser Clinic dokter Lynn Chiam mengatakan kulit anak lebih tipis sehingga fungsi penghalangnya tidak sebesar kulit orang dewasa.

Fungsi kulit sebagai penghalang merujuk pada kemampuannya menjaga kelembapan dan melindungi tubuh dari elemen yang merusak. 

"Sehingga kulit anak lebih rentan terhadap bahan yang mengiritas," kata Chiam seperti diberitakan CNA. 

Jika terpapar bahan kimia, lanjutnya, make up  bisa menyebabkan kulit anak menjadi kering, merah, gatal dan iritasi, kulit anak bisa jadi lebih sensitif pada hal lain, seperti air, sabun, keringat dan panas.

Baca juga: Hati-Hati! Pakaikan Anak Make Up Bisa Picu Pubertas Dini

Proses yang penting dalam memakai make up adalah membersihkannya secara menyeluruh sehingga kulit bisa kembali "bernapas". Bila anak tidak membersihkan make up secara optimal, pori-porinya bisa tersumbat dan berujung pada jerawat.

Dokter menegaskan riasan bisa berujung pada dermatitis pada kulit dan bibir, menyebabkan merah-merah dan gatal. Anak bisa terkena iritasi meski kuantitasnya sedikit.

Dokter menyarankan agar orangtua menunggu hingga anak berusia 16 tahun sebelum memberinya izin berdandan.

Tapi jika anak punya kegiatan yang mengharuskannya berdandan, misalnya untuk pentas tari, dia merekomendasikan riasan berbahan dasar bedak yang pada umumnya tidak terlalu mengiritasi kulit seperti riasan liquid.

Hal serupa berlaku pada cat rambut. Jika anak merengek-rengek ingin rambutnya diwarnai, orangtua harus mengingat bahwa kulit kepala anak lebih sensitif dan rambutnya pun lebih halus. Proses bleaching rambut sebaiknya baru dilakukan setelah anak puber, setidaknya 16 atau 17 tahun.

Baca juga: 7 Artis yang Tetap Pede Walau Tanpa Make Up, Nomor 3 Cantiknya Natural!

Bila memang terpaksa, pakailah pewarna non-permanen yang mudah luntur dalam bentuk semprotan dan kapur. Pewarna ini tidak meresap seperti cat rambut, tapi hanya ada di permukaan.

Begitu pula dengan penggunaan cat kuku. Bahan-bahan kimia dalam cat kuku membuat orangtua harus menahan diri untuk tidak membiarkan anaknya mewarnai kuku. Terutama bila si anak punya kebiasaan menggigit kuku atau makan dengan tangan.

Jika orangtua memberi izin, dokter merekomendasikan untuk tidak berlama-lama membiarkan cat kuku itu ada di tangan anak, setidaknya tidak lebih dari sepekan.


Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ragam

Berita Terkait: