Pantau Flash
APERSI Target Bangun 100.000 Rumah Subsidi
Dewas: Revisi UU KPK Melemahkan
Yenny Wahid Persilakan Pegawai Garuda yang Merasa Dilemahkan Mendatanginya
Dirut Transjakarta: Sampai Jumpa Lagi di Stasiun dan Halte
Pengakuan Lutfi Alfiandi Soal Disetrum Polisi Diragukan Lemkapi

Jangan Asal Mengobati! Begini Pertolongan Pertama Pada Penderita Atopik

Jangan Asal Mengobati! Begini Pertolongan Pertama Pada Penderita Atopik Dokter spesialis kulit Anthony Handoko saat menjelaskan pertolongan pertama untuk penderita Dermatitis Atopik. (Foto: pantau.com/ Lilis Varwati)

Pantau.com -  Penderita Dermatitis Atopik (DA) atau eksim atopik pasti akan kesulitan ketika sakitnya kambuh. Secara alami, manusia pasti akan menggaruk daerah yang dianggap gatal.

Meski sebetulnya hal itu berisiko akan membuat lapisan lebih tebal dan menyebabkan bekas luka pada area yang terserang atopik.

Baca juga: Dermatitis Atopik Lebih Rentan Pada Anak Usia 1-5 Tahun, Kenapa?

Dokter spesialis kulit Anthony Handoko mengatakan salah satu kesalahan yang dilakukan masyarakat untuk meredakan rasa takut juga dengan menyelesaikan sesuatu yang panas. Membuat seperti itu berisiko membuat kulit melepuh.

"Saraf kita ada beberapa. Saraf panas dan gatal. Panas punya peringkat lebih tinggi. Tapi perlu disadari panas yang bisa? Bisa jadi, tempelin panas ganti kulitnya melepuh," kata dokter Anthony di Jakarta, Rabu (14/8/2019 ).

Anthony menyarankan pertolongan pertama untuk penderita atopik lebih baik menaburi area yang takut dengan bedak mengandung menthol. Hal itu terlihat lebih baik daripada menggaruknya atau menempel dengan sesuatu yang panas.

"Bedak mengandung mentol itu bisa jadi pertolongan pertama. Tapi imbaunya bisa lah kedokter. Kalau kita gak tau khawatir karena apa," jelasnya.

Baca juga: Penderita Asma Kulit Sebaiknya Tak Mandi Air Hangat

Penderita atopik akan tergantung pada merah pada kulit. Menurut Anthony, semakin cepat atopik maka akan semakin besar kemungkinan tidak menyebabkan bekas luka di kulit.

"Jika DA terjadi pada anak dan tidak terobati, semakin digaruk (kulit) akan semakin meningkat. Apakah bisa hilang? Kalau makin lama makin pasti bisa. Tapi kalau sudah terjadi penebalan bisa juga tapi tentu saja lebih lama," ucapnya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ragam