Forgot Password Register

Jangan Lebay, Ini Sanksi Buat Iklan Jasa Keuangan Tak Sesuai Pedoman

Jangan Lebay, Ini Sanksi Buat Iklan Jasa Keuangan Tak Sesuai Pedoman Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pihaknya akan menindak tegas iklan lembaga jasa keuangan (LJK) jika terbukti menyesatkan konsumen dalam pemasarannya.

Seperti diketahui aturan ini sebelumnya telah dimuat pada POJK Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

"Sekarang di OJK selain sebagai pengawas kesehatan sektor jasa keuangan kita juga awasi mengenai perilaku penyedia jasa keuangan dalam membuat produk dan memasarkan produknya. Bagaimana seharusnya penyedia jasa keuangan beriklan," ujar Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito di Gedung OJK, Jl. Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019). 

Baca juga: Rizal Ramli Soal Kereta Cepat JKT-BDG: Mark Up Paling Tidak 20 Persen

Pihaknya menjelaskan, setidaknya ada empat pedoman yang harus dipenuhi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) saat mempublikasikan iklan. Pertama yakni, akurat.

"Maksudnya, klaim dalam iklan berdasarkan referensi pihak ketiga yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan, misalnya jika ada kata superlatif maka LJK wajib mencantumkan referensi yang kredibel," paparnya.

Kemudian pedoman kedua yakni harus jelas. Jadi LJK harus memberikan keterangan jelas mengenai manfaat, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan. 

Ketiga, yakni jujur. Apa yang dijanjikan dalam iklan harus sesuai dengan keadaan sebenarnya dan keempat, tidak menyesatkan dalam hal ini iklan tidak boleh menimbulkan penafsiran yang keliru kepada masyarakat.

"Misal ada klaim gratis tapi ada kata jika. Jadi dilarang menggunakan kata gratis kalau disertai upaya tertentu. Gratis ya gratis jangan ditambah-tambahi," ujarnya.

Baca juga: Miris! Belum Pasti Untungkan Usaha, Kerja Lembur Juga Picu Bunuh Diri

Selain itu, pihaknya juga meminta agar LJK tidak membuat iklan dengan menggunakan bahasa yang bombastis atau cenderung melebihkan dari kondisi sebenarnya. 

Pihaknya mengaku akan menindak tegas jika ada LJK yang melanggar paduan tersebut. OJK juga mengimbau agar masyarakat melaporkan jika tejadi pelanggaran.

"Bisa kami hentikan (iklannya). Kami punya wewenang tersebut," pungkasnya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More