Forgot Password Register

Jangan Sedih, Menurut Penelitian Orang Kurang Tampan Cenderung Lebih Mapan

Ilustrasi isi dompet. (Foto: Pixabay) Ilustrasi isi dompet. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Semua orang menginginkan terlahir dengan wajah yang rupawan. Tetapi penampilan fisik bukanlah suatu hal yang bisa dipilih sesuai kehendak meskipun di zaman sekarang teknologi canggih bisa membuat paras orang menjadi lebih cantik atau tampan. Bahkan, sejumlah studi banyak yang membuktikan bahwa memiliki tampilan cantik atau tampan memberikan banyak kemudahan dalam hidup.

Bentuk wajah yang dianggap ideal adalah simetris hal itu berdasarkan studi terdahulu yang dipublikasikan oleh jurnal Evolution and Human Behaviour.

Memiliki wajah simetris berhubungan erat dengan kualitas kesehatan yang lebih baik. Begitu pun sebaliknya orang dengan wajah tidak simetris mudah sakit, baik laki-laki dan perempuan.

Baca juga: Sisihkan Waktu 5 Menit untuk Lakukan 'Plank' Jika Ingin Punya Perut Ramping

Kemudian, penelitian lain yang melibatkan 300 perusahaan periklanan di Jerman menyebutkan bahwa perusahaan yang memiliki banyak karyawan cantik atau tampan memperoleh penjualan yang lebih tinggi setiap tahun.

Namun jangan berkecil hati dulu bagi Kamu yang kurang tampan atau cantik, ada fakta lain yang bisa membuat Kamu harus bersyukur atas apa yang ada padamu saat ini.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan Journal of Business of Psychology, mengungkapkan bahwa penghasilan orang yang memiliki penampilan sangat tidak menarik lebih tinggi dibandingkan mereka yang dianggap tampan atau cantik.

Satoshi Kanazawa dari London School of Economics and Political Science dan Mary Still dari University of Masschusetts di Boston, Amerika Serikat (AS), menganalisis data dari 20.000 warga AS.

Baca juga: Ini Lho Bahaya Kekurangan Hormon Testoteron pada Pria

Peneliti melakukan wawancara dan penilaian selama 13 tahun dengan para responden tersebut mulai dari usia mereka 16 tahun hingga mencapai 29 tahun. Mereka menemukan bahwa hasil studi terdahulu mengenai penampilan fisik memengaruhi perolehan penghasilan.

Studi yang dilakukan Kanazawa menemukan jawaban konkret atas penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa orang berpenampilan menarik lebih sehat. Hal itu jika dimasukkan ukuran penilaian lain, misal, kepribadian, maka orang-orang yang memiliki sifat periang, tidak mudah stres, dan perhatian, ditemukan lebih sehat serta bugar, meskipun paras mereka masuk dalam kategori biasa.

Hal mengejutkan yang ditemukan oleh kedua peneliti ini adalah orang yang dianggap memiliki penampilan sangat tidak menarik, justru mendapatkan penghasilan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang dengan penampilan menarik dan penampilan biasa-biasa saja.

Orang-orang yang dianggap menarik, kata dia, biasanya memiliki banyak teman dan terbuka terhadap segala peluang. Hal ini bisa menjadi sumber masalah karena berpotensi meningkatkan kelalaian pada pekerjaan dan memengaruhi penghasilan tahunan mereka. 

Baca juga: Ini Lho Bahaya Kekurangan Hormon Testoteron pada Pria

Sebaliknya, orang yang dianggap tidak menarik justru memiliki kecenderungan tidak banyak berteman, hal ini memudahkan mereka dalam berkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Alhasil, pendapatan mereka mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Sangat mencengangkan bahwa ada korelasi antara kepribadian ekstrovert, penghasilan lebih rendah, dan daya tarik penampilan. Padahal, studi sebelumnya justru mengemukakan, penghasilan lebih tinggi didapatkan orang yang berpenampilan menarik," jelas Alex Fradera, seperti dikutip dari Business Insider.

Kondisi tersebut, kata Fradera, membuat para peneliti tidak memerhatikan bahwa orang-orang yang dianggap benar-benar tidak menarik oleh lingkungan sosial justru menghasilkan kinerja terbaik sehingga mereka memperoleh penghasilan sangat besar. 

Dia mengatakan, penelitian sebelumnya tidak memperhitungkan keuntungan yang diperoleh orang-orang yang dianggap sangat tidak menarik oleh lingkungan sosial.

Sayangnya, Kazanawa dan Still tidak menjabarkan secara rinci karakter penampilan yang dianggap menarik, tidak menarik, dan sangat-sangat tidak menarik. Alhasil, kesimpulan studi pun berada dalam bias subjektif dan tidak terarah.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More