Forgot Password Register

Jasa Marga Terapkan Tarif Merata di Tol Semarang, Tapi.......

Petugas memantau arus lalu lintas Tol Dalam Kota Semarang melalui citra dari kamera-kamera CCTV (Foto:Antara/Aditya Pradana Putra) Petugas memantau arus lalu lintas Tol Dalam Kota Semarang melalui citra dari kamera-kamera CCTV (Foto:Antara/Aditya Pradana Putra)

Pantau.com  - PT Jasa Marga akan menerapkan sistem baru jalan tol di Jawa Tengah mulai 9 Juni 2018 pukul 00.00 WIB.

"Pengaturan tarif sudah ditetapkan oleh Menteri PUPR pada 5 Juni 2018," kata Johanes Mancelly, General Manager PT Jasa Marga Cabang Semarang di Semarang, Kamis (7/6/2018).

Melalui sistem intelijen baru ini, lanjutnya, kendaraan yang akan menyeberang jalan tol di Kota Semarang ini hanya cukup sekali ditransaksikan.

Dia menjelaskan melalui sistem baru ini maka pintu keluar dari empat gerbang tol akan ditutup, yakni di Manyaran, Tembalang, Muktihajo, dan Gayamsari.

Baca juga:  Wadaw! Survei yang Menyebut Orang Cina Ingin Lebih Banyak Barang Impor?

Jumlah tarif yang dikenakan untuk setiap kategori adalah kelompok I sebesar Rp5.000, kelompok II dan III sebesar Rp7.500, dan kelompok IV dan V sebesar Rp10.000.

Menurut dia, besaran tarif ditetapkan berdasarkan perhitungan rata-rata lama perjalanan dikalikan dengan tarif per kilometer.

"Dari perhitungan, rata-rata panjang pengguna jalan tol Semarang mencapai 11,9 km," jelasnya.

Untuk tarif kelompok I, lanjutnya, ditemukan angka Rp4.800 yang kemudian dibulatkan menjadi Rp5.000.

Ia menambahkan, salah satu determinan penentuan tarif yaitu mayoritas pengendara yang merupakan pengguna jarak jauh.

"Ada enam rute jarak terpendek, komunitas ini bertujuan untuk menilai tingkat fixed rate tetap," katanya.

Baca juga:  Berapa Banyak Iklan Posting di Facebook?

Melalui sistem baru ini, lanjutnya, diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan yang sudah sering mengalami kepadatan di beberapa gerbang tol.

Sementara Kepala Badan Perlindungan Konsumen dan Perlindungan Konsumen, Ngargono, menilai sejauh mana tarif secara adil dan tidak adil kepada pengguna tol berbiaya rendah.

"Pentingnya kedua segmen seharusnya, pengguna jarak pendek dan jarak jauh diakomodasi," tambahnya.

Tarif yang merata ini, lanjutnya, harus disosialisasikan secara besar-besaran agar pengguna tol tidak dirugikan.

"Pilihan yang tidak menyenangkan bagi konsumen, jika kita berpikir jumlahnya harus sekitar Rp4.000," tutupnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More