Pantau Flash
43 Orang Tewas Setelah Si Jago Merah Lalap Gedung 6 Lantai
Zulkifli Hasan: Jualan Surga dan Negara Sudah Tidak Laku di Pilpres
Catat! Tol Layang Japek II Tidak Ada Rest Area dan Pom Bensin
Erick Thohir Tunjuk Eks Menkeu Chatib Basri Jadi Wakomut Bank Mandiri
SEA Games 2019: Kontingen Indonesia Lampaui Target Jokowi

Jepang Nilai Peluncuran Rudal Terbaru Korut Langgar Resolusi PBB

Jepang Nilai Peluncuran Rudal Terbaru Korut Langgar Resolusi PBB Ilustrasi. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Peluncuran rudal terbaru Korea Utara melanggar resolusi PBB, yang menyerukan penghentian uji coba senjata balistik, demikian juru bicara pemerintah Jepang pada Jumat (10/5/2019).

"Itu adalah rudal balistik dan peluncurannya bertentangan dengan resolusi PBB," kata Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Kotaro Nogami dalam konferensi pers.

Korea Utara menembakkan apa yang tampaknya seperti dua rudal jarak pendek pada Kamis, uji coba rudal kedua miliknya dalam kurun waktu kurang dari sepekan.

Baca juga: Selamatkan Kesepakatan Nuklir, Uni Eropa Tolak Ultinatum Iran

Jepang, yang berada dalam jarak dekat dari rudal Korea Utara, menjadi pendukung kuat resolusi PBB, yang memaksa Pyongyang untuk meninggalkan rudal balistik dan program senjata nuklir miliknya.

Kesepakatan nuklir mengharuskan negara itu untuk menghentikan pengayaan uranium dalam pengembangan program bom nuklir, dengan imbalan penghapusan sanksi internasional. 

Iran sebelumnya mengancam akan melanjutkan pengayaan uranium jika bangsa-bangsa dalam kesepakatan itu tidak memenuhi janjinya dan sanksi AS dalam waktu 60 hari.

Baca juga: Iran Tarik Diri dari Perjanjian Nuklir JPCOA, PBB Angkat Bicara

Negara-negara di Eropa menyatakan mereka ingin tetap menyelamatkan kesepakatan nuklir dan menolak ultinatum Teheran, setelah Iran mengacam akan mengambil tindakan yang melanggar Pakta Internasional 2015.

"Kami menolak setiap ultinatum dan kami akan menilai kepatuhan Iran terkait dengan komitmen nuklirnya," demikian sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Uni Eropa, Kamis, 9 Mei 2019.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: