Pantau Flash
7 Tahun Digarap, PLTA Rajamandala akan Pasok Kelistrikan Jawa-Bali
Hendra Pastikan Indonesia Open 2019 Bukan Kompetisi Terakhirnya
Harga Cabai Tembus Rp70.553 per Kg Setara Setengah Kg Daging Sapi
Persija Siap Beri Kekalahan Pertama untuk Tira Persikabo
DPR Terima Surat Pertimbangan Pemberian Amnesti Baiq Nuril

Jokowi Soal Ekonomi Syariah RI: Kita Masih di Belakang Malaysia

Headline
Jokowi Soal Ekonomi Syariah RI: Kita Masih di Belakang Malaysia Presiden Joko Widodo (Foto: Instagram/Jokowi)

Pantau.com - Jadi penduduk mayoritas muslim terbesar, Jokowi menyindir Indonesia tertinggal dalam pengembangan ekonomi syariah

Presiden RI Joko Widodo menyinggung potensi perkembangan ekonomi syariah hingga tahun 2023 mencapai USD3 triliun atau mencapai Rp45 ribu triliun.  Sayangnya kata dia, Indonesia masih tempati urutan 10 dalam peringkat negara yang mengembangkan dan menggunakan ekonomi syariah. 

"Saya gak bisa bayangkan angka seperti itu, karena APBN kita Rp2.000 triliun lebih sedikit. Ini sebuah kekuatan besar yang harus kita lihat dan harus kita pikirkan untuk ambil kue ekonomi yang besar ini," ujarnya saat pemaparan di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: Pantau Pasokan Energi, ESDM: Proyeksi Stok 9 Jenis BBM di Atas 20 Hari

Jokowi menilai Indonesia saat ini masih tertinggal oleh negara-negara lain yang juga mayoritas penduduk muslim.

"Kita masih di belakang Malaysia, masih di belakang UEA, masih di belakang Bahrain, masih di belakang Arab Saudi, masih di belakang Oman, Jordan, Qatar, Pakistan, Kuwait," paparnya. 

Baca juga: Biodiesel Karya Anak Bangsa Berjaya di Malaysia

Jokowi menilai, ini merupakan pekerjaan besar. Ia berharap kedepannya sinergi dapat terus terjalin untuk membangkitkan potensi ekonomi syariah dan jadikan indonesia pusat ekonomi syariah terkemuka dunia. 

"Karena penduduk muslim kita terbesar. Ekonomi syariah yang bisa turut mengentaskan kemiskinan dan melestarikan lingkungan, dorong kesejahteraan sosial," tuturnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi