Pantau Flash
Anies Baswedan hingga James Riady Masuk Jadi Anggota Satgas Omnibus Law
Jokowi Ingin Turunkan Angka Stunting di Indonesia Jadi 14 Persen
BPS: Neraca Perdagangan November 2019 Defisit 1,33 Miliar Dolar AS
Presiden Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis di Perdagangan Jasa
Rupiah Melemah Jelang Perilisan Data Neraca Perdagangan

Jokowi Tolak Usulan 3 Periode, Begini Reaksi PDIP

Jokowi Tolak Usulan 3 Periode, Begini Reaksi PDIP Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengapresiasi sikap tegas Presiden Joko Widodo yang tak tergiur wacana penambahan masa jabatan presiden di dalam amendemen UUD 1945.

"Apa yang ditegaskan Bapak Presiden Jokowi diapresiasi PDIP bahwa beliau tidak tergiur oleh mereka yang menawarkan masa jabatan tiga kali," kata Hasto menjawab media usai pembukaan "Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Tugas Pokok dan Fungsi Anggota dan Pimpinan Dewan Provinsi, Kabupaten/Kota Fraksi PDI Perjuangan" di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Soal Usulan 3 Periode, Jokowi: Ada yang Mau Nampar dan Cari Muka Sama Saya

Hasto menilai ketegasan dari sikap Presiden Jokowi menolak itu merupakan satu hal yang baik. Bahkan, Hasto menegaskan, itu adalah langkah Jokowi sudah sangat tepat. 

"Sudah sangat jelas,  presiden sendiri merasa tertampar karena sebuah gagasan yang bertentangan dengan semangat reformasi," ungkapnya. 

Politikus asal Yogyakarta itu  menegaskan sikap PDI Perjuangn sama dengan Presiden Jokowi, menolak usulan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. 

"Karena sejak awal ketika ada yang mengeluarkan wacana itu, sikap PDIP menolak," ungkapnya.

Menurut Hasto, pembatasan masa jabatan presiden itu diperlukan karena power tends to corrupt.  Selain itu, kata Hasto, penambahan masa jabatan mencederai semangat reformasi. "Sebagaimana menjadi keputusan dan spirit reformasi itu sendiri, harus ada pembatasan jabatan," ujarnya.

Hasto menilai dua periode sudah memungkinkan bagi seorang presiden untuk melakukan perubahan dan membuat  legacy bagi bangsa ini. 

"Ya sudah cukup dua periode. Dua  periode telah memungkinkan bagi seorang pemimpin membuat legacy," paparnya.

Dia mencontohkan Jokowi, yang sudah mampu membawa perubahan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selama menjabat. 

"Dalam dua periode Pak Jokowi sudah mampu membawa perubahan fundamental dalam kehidupan berbangsa, dan beliau meletakkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fokus di dalam mencapai segala bidang kehidupan," tandasnya.

Baca juga: Sepakat dengan Jokowi, Demokrat: Jangan Menjilat Usulkan Presiden 3 Periode

Sebelumnya diberitakan, Jokowi merespons isu-isu yang semakin liar di dalam wacana amendemen konstitusi. Salah satunya  adalah ihwal penambahan masa jabatan presiden dari dua menjadi tiga periode.

"Ada yang bilang presiden dipilih tiga periode. Itu ada tiga (maknanya) menurut saya; satu ingin menampar muka saya, yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka. Dan yang ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja,"  kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/12).

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: