Forgot Password Register

JPU KPK Sebut Ada Keterlibatan Pegawai Imigrasi dalam Pelarian Eks Bos Lippo Group

JPU KPK Sebut Ada Keterlibatan Pegawai Imigrasi dalam Pelarian Eks Bos Lippo Group Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut ada keterlibatan salah satu pegawai imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta dalam pelarian mantan bos Lippo Group Eddy Sindoro ke luar negeri. Hal itu terungkap dalam surat dakwaan kasus merintangi proses penyidikan perkara Eddy Sindoro dengan terdakwa Lucas.

Pegawai imigrasi itu disebut membantu pelarian Eddy keluar negeri saat baru dideportasi dari Malaysia. Namun sangkaan KPK itu sempat dibantah oleh pihak Imigrasi.

Baca juga: KPK Panggil Pegawai Imigrasi Bandara Soetta Terkait Kasus Lucas

"Kami membaca informasi bahwa pihak imigrasi membantah keterlibatan salah satu pegawainya yang namanya muncul di dakwaan terhadap saudara Lucas. Perlu kami sampaikan bahwa KPK telah menguraikan pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini, termasuk salah satu pegawai imigrasi yang diduga memiliki peran dan menerima sejumlah uang," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (8/11/2018).

Pegawai imigrasi itu juga disebut menerima uang dari Lucas sebagai imbalan telah membantu Eddy Sindoro melarikan diri. Menurut Febri, pegawai itu telah mengembalikan uang yang ia terima ke KPK.

"Yang bersangkutan telah diperiksa dalam proses penyidikan di KPK dan mengembalikan uang Rp 30 juta yang diduga diterima sebelumnya terkait dengan perkara ini. Pengembalian tersebut masuk sebagai salah satu bukti yang di persidangan akan dibuka bersamaan dengan bukti-bukti lainnya," jelasnya.

"Kami harap hal ini bisa memperjelas informasi terkait dengan perkara ini. Dan karena proses ini sedang di persidangan, ada baiknya kita hormati dan simak persidangan yang terbuka untuk umum ini," tambah Febri.

Lucas ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 1 Oktober 2018. Sekurangnya 32 orang saksi telah diperiksa untuk Lucas.

KPK menduga Lucas telah membantu Eddy Sindoro melarikan diri saat akan ditangkap oleh otoritas Malaysia untuk dideportasi ke Indonesia. Lucas juga diduga membantu Eddy agar bisa kembali lari ke negara lain.

Eddy Sindoro sendiri merupakan mantan bos Lippo Group yang diduga melakukan suap terhadap panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution, saat pengajuan Peninjauan Kembali (PK)  di PN Jakpus. Pada 12 Oktober 2018, Eddy yang telah melarikan diri sejak pertengahan 2016 lalu itu menyerahkan diri ke KPK.

Baca juga: Jalani Sidang Perdana, KPK Akan Bongkar Peran Lucas Terkait Pelarian Eks Bos Lippo Group

Karena perbuatannya itu, Lucas diberatkan pasal 21 UU Tipikor No. 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More