Forgot Password Register

Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf: Jangan Politisasi Emak-Emak!

Irma Suryani Chaniago (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah) Irma Suryani Chaniago (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago meminta kubu Prabowo-Sandiaga tak mempolitisasi emak-emak. Hal itu menyusul, adanya tudingan kenaikan harga bahan pokok di Indonesia akibat nilai tukar rupiah melemah yang membuat emak-emak atau para ibu resah.

Ketua DPP Partai NasDem itu kemudian membeberkan harga-harga bahan pokok mulai cabai hingga beras yang saat ini menurutnya stabil dan relatif terjangkau di masyarakat.

Baca juga: Sandiaga Diberi Tantangan oleh Ketum Pemuda Muhammadiyah

"Soal ekonomi, ekonomi mana yang dibilang turun? Saya tahu persis saat ini harga cabai, Rp15 ribu per kilo, harga bawang merah-bawang putih Rp17 ribu per kilo, beras hari ini yang standar Rp9.000 per kilo," ujar Irma dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

"Harga ayam Rp30 ribu per kilo. Harga ikan Rp25-35 ribu per kilo kecuali tenggiri Rp60-80 ribu," sambungnya.

Irma menegaskan, tak ada kenaikan bahan-bahan pokok disebabkan karena nilai tukar rupiah melemah seperti apa yang sedang ramai diperbincangkan. Menurutnya, jika diambil contoh harga telur yang mengalami penurunan harga sejak 2015.

"Harga telur di 2009 itu Rp14 ribu, harga telur 2013 itu Rp20 ribu itu naik 42 persen. Itu dari 2009 sampai 2013, bahkan jelang lebaran di Manado di 2013 itu sampai Rp30 ribu, harga telur. Kemudian harga telur di 2015 itu Rp25 ribu. Harga telur di 2018 Rp24 ribu sampai Rp22 ribu. Itu siapa (yang bilang harga naik)? Kalau bicara itu by data, itu yang ingin saya sampaikan, jangan politisasi emak-emak," tegasnya.

Baca juga: Klaim Indonesia Alami Turbulensi Ekonomi, Sandiaga Sebut akan Bentuk Tim Khusus

Lebih lanjut, ia pun sempat menyoroti pernyataan Sandiaga Uno yang menyebut tempe saat ini sudah setipis kartu ATM. Menurutnya, pernyataan itu dinilainya berlebihan. Meski begitu, ia tak menampik bahwa harga tempe saat ini memang naik.

"Pasti memang harus impor, tapi enggak juga seperti yang Sandi bilang bahwa tempe sekarang setipis (kartu) ATM. Itu namanya lebay, mana ada tempe setipis ATM? Kalau sudah dipotong menjadi mendoan betul setipis ATM," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More