Forgot Password Register

Jurnalis AS Allan Nairn Dipolisikan karena Tulisan Tentang Prabowo

Jurnalis AS Allan Nairn Dipolisikan karena Tulisan Tentang Prabowo Pelaporan terhadap Alan Nairn (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat, Allan Nairn dilaporkan ke Bareskrim Polri lantaran dinilai ikut campur dalam mempengaruhi iklim demokrasi di Indonesia, jelang Pemilu 2019.

"Ada seorang warga negara asing ingin masuk situasi masyarakat kita, apalagi kita sedang mengadakan pesta demokrasi, Pemilu 2019," ucap Koordinator Masyarakat Demokrasi Indonesia Anti Hoaks, Pandaopotan Lubis di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Dalam pelaporan yang turut didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono, jurnalis independen itu dilaporkan dengan pasal 14 dan pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebab, Allan diduga telah menyebarkan berita bohong yang bisa mempengaruhi masyarakat dan mengganggu stabilitas negara.

Baca juga: Bawaslu Temukan 25 Kasus Politik Uang Selama Masa Tenang

Tak hanya itu, dalam laporan tersebut, lanjut Pandaopotan, sejumlah barang bukti juga ikut dilampirkan. Beberapa di antaranya yakni materi atau tulisan yang dibuat oleh Allan, bukti transfer sebuah bank, dan bukti terkait kebohongan Allan soal rapat di Kertanegara pada 21 Desember 2018 lalu.

"Yang sebenarnya salah satu orang yang disebut menghadiri rapat itu ternyata mengklarifikasi tidak pernah dia ada rapat pada tanggal 21 Desember itu, jadi dia berani mengatakan bahwa rapat-rapat tersebut itu adalah berita palsu," kata Pandaopotan.

Namun, pelaporan kasus itu terpaksa ditunda hingga Kamis (18/4/2019) lantaran dalam waktu dekat ini akan berlangsung pesta demokrasi yakni Pemilu 2019 tepatnya pada Rabu, 17 April 2019.

Baca juga: Jelang Pencoblosan, Selebaran Ajakan Golput Beredar di Makassar

Untuk diketahui, Allan yang merupakan jurnalis itu melalui tulisannya menceritakan jika Prabowo menggelar rapat dengan orang-orang 'lingkaran satu'-nya pada 21 Desember 2018 lalu. Orang-orang 'ring 1' Prabowo itu terdiri dari deretan purnawirawan TNI, petinggi partai dan aktivis. 

Kemudian, Allan juga mengunggah sebuah laporan berupa notulen hasil dari rapat tersebut. Dalam laporannya, Prabowo juga diduga telah menunjuk sejumlah orang untuk mengerjakan beberapa tugas seperti menunjuk Kapolri baru guna melemahkan gerakan HTI dan FPI. 

Dalam rapat itu, BIN juga diminta untuk menumpas radikalisme di Indonesia dan juga melemahkan partai politik yang berseberangan dengan Prabowo. Tak hanya itu, ada juga tugas yang diberikan untuk melemahkan Demokrat dan PKS, partai koalisi yang mendukung Prabowo.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More