Forgot Password Register

Headlines

Kabareskrim: Tersangka Miras Oplosan Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Ilustrasi Garis Polisi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Ilustrasi Garis Polisi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Para pelaku miras oplosan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, terancam dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Empat tersangka yang telah diringkus yakni SS (pemilik dan produsen), HM (istri SS), W (agen penjual), dan JA (agen penjual). Sementara empat pelaku lainnya yang bertugas sebagai peracik minuman masih dalam pengejaran polisi.

"Apakah betul-betul ada niat tentang perencanaan untuk melakukan pembunuhan? Dia (pelaku) tahu tidak bahayanya metanol? Itu yang masih kami telusuri," kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Baca juga: Banyak Korban Miras Oplosan, Pengamat: Bukti Lemahnya Aparatur Hukum

Pasalnya, kata Ari Dono, kasus peredaran minuman keras oplosan telah menelan banyak korban jiwa. Tak hanya Pasal 340 KUHP, para pelaku juga akan dijerat dengan Pasal 204 KUHP tentang perbuatan melawan hukum karena menjual barang yang membahayakan jiwa dan kesehatan.

Dalam kasus peredaran minuman keras oplosan selama ini, polisi menjerat pelaku dengan pelanggaran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

SS dan HM diketahui telah memproduksi dan memperjualbelikan minuman keras oplosan yang dikenal dengan sebutan gingseng sejak 2017. Mereka menjual miras tersebut kepada masyarakat di kios miliknya dibantu JA dan W.

Baca juga: Bocah SMP Jadi Korban Tewas ke 42 Akibat Miras Oplosan di Cicalengka

Setelah adanya laporan dari masyarakat, polisi kemudian menangkap JA yang menjual minuman keras di Jalan Raya Bypass Cicalengka. Dari keterangan JA, kios tersebut milik HM yang kemudian langsung diamankan. Sementara pelaku W ditangkap jajaran Polrestabes Bandung karena memiliki keterkaitan dengan JA dan HM.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More