Pantau Flash
Terang-terangan Bappenas Minta Fesyen Tanah Air Saingi Uniqlo
Ganjar Minta ASN Jateng Penganut Paham Radikal Segera Mengundurkan Diri
Kena PHP Donald Trump, Huawei Putuskan PHK Karyawan di AS
PN Jaksel Tolak Gugatan Perdata Kasus Pelecehan Seksual di JIS
Produk Kertas RI Melenggang Bebas dari Bea Masuk Anti-Dumping Korsel

Kakorlantas Polri Usulkan 31 Maret Jadi Hari Keselamatan Berlalu Lintas

Kakorlantas Polri Usulkan 31 Maret Jadi Hari Keselamatan Berlalu Lintas Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri (tengah). (Foto: Antara/Anita Permata Dewi)

Pantau.com - Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri mengusulkan 31 Maret untuk diperingati sebagai "Hari Keselamatan Berlalu Lintas". 

"Harus ada momen untuk membawa masyarakat sadar bahwa keselamatan adalah hal yang utama. Alangkah baiknya bila kami usulkan 31 Maret untuk menjadi Hari Keselamatan Berlalu Lintas," kata Irjen Refdi di Kantor NTMC, Jakarta, Selasa (12/2/2018).

Menurut dia, usulan itu berawal dari kegiatan "Millennial Road Safety Festival" (MRSF) yang merupakan kampanye keselamatan berlalu lintas bagi kaum milenial.

Baca juga: Presiden: TNI-Polri Harus Jaga Netralitas di Pemilu 2019

Kemudian pihaknya ingin agar program kampanye MRSF bisa menjadi budaya dan berkelanjutan dari tahun ke tahun sehingga akhirnya pihaknya mengusulkan 31 Maret 2019 untuk ditetapkan sebagai Hari Keselamatan Berlalu Lintas. Alasan pemilihan tanggal tersebut, kata Refdi, karena hari tersebut bertepatan dengan puncak kegiatan Millennial Road Safety Festival.

"Tanggal 31 Maret 2019 adalah hari puncak pelaksanaan MRSF. Ini momentum bagaimana program ini berkelanjutan dari tahun ke tahun," ucapnya.

Untuk mewujudkan wacana pencanangan peringatan Hari Keselamatan Berlalu Lintas, Polri pun mengadakan serangkaian diskusi bersama perwakilan kementerian lembaga, pengamat transportasi, sejumlah ahli dan akademisi.

Baca juga: Mutasi Pati Polri, Tito: Tidak Ada Faksi dan Friksi, Polri Solid!

"Kami minta masukan dari ahli, pengamat transportasi, kementerian lembaga sehingga ide pencanangan ini bisa benar-benar matang," ujarnya.

Refdi mengatakan, pencanangan Hari Keselamatan Berlalu Lintas dinilainya penting, sebagai salah satu upaya agar jumlah kecelakaan dan jumlah korban kecelakaan lalu lintas menurun serta untuk mencapai target tidak adanya kecelakaan lalu lintas pada 2035.

"Poin pentingnya (peringatan Hari Keselamatan Berlalu Lintas), agar jumlah laka lantas benar-benar menurun, keselamatan menjadi hal yang utama, korban kecelakaan menurun sehingga pada 2035, tidak ada lagi laka lantas alias 'zero accident'," tuturnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional