Pantau Flash
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali
Lampu Tenaga Surya akan Terangi Wilayah Terpencil di Kalimantan Barat
Gelandang Persib: Tolong Hentikan Kekerasan Pada Sepakbola

Kalian Pasti Tak Sabar Melihat Kendaraan Listrik yang Bisa Hemat Bahan Bakar

Headline
Kalian Pasti Tak Sabar Melihat Kendaraan Listrik yang Bisa Hemat Bahan Bakar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Wajib sobat Pantau tahu, pengembagan mobil listrik terus dilakukan nih. Bahkna, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus melakukan riset soal kendaraan listrik secara menyeluruh. Keduanya menggandeng 6 perguruan tinggi dalam proses studinya. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bilang dari hasil penelitian sementara dipastikan untuk kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV) dengan internal combation engine EV akan mengurangi konsumsi bahan bakar. 

"Pak Menristek (Mohamad Nasir) katakan hasil studi sudah pasti EV dengan internal combation engine EV itu akan lebih hemat," kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenperin,  Kuningan, Jakarta, Selasa (6/11/2018). 

Baca juga: Cara Kelola Uang Juga Ada Tipenya, Kamu Termasuk yang Mana? (Bagian I)

Dia juga bilang, kendaraan yang saat ini telah menggabungkan energi listrik tenaga baterai dan bensin saja, seperti pada kendaraan hybrid dan plug ini hybrid memiliki angka penghematan tersendiri. Menurutnya jika ditambah dengan implementasi b20 berarti ada dua kali penghematan energi.

"Hybrid aja  hasilnya kira kira 50 persen, jadi penghematan kira-kira 50 persen dari energy lalu yang plug in hybrid itu hampir 75 sampai 80 persen," katanya. 

Baca juga: Yang Benar Wirausaha atau Wiraswasta Sih? Baca Nih (Bagian II)

"Artinya kalo B20 aja udah bisa hemat sekitar 6 juta KL maka dengan hybrid atau plugin hybrid  akan ada dua kali penghematan," tambahnya. 

Untuk diketahui saat ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih terus melakukan studi komprehensif ketenagalistrikan. Studi ini dilakukan dengan melibatkan perguruan 6 tinggi negeri.

Tujuan riset ini adalah untuk memperkenalkan teknologi pengembangan kendaraan ramah lingkungan termasuk mobil listrik. Untuk saat ini studi komprehensif baru dilakukan tahap pertama.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: