Forgot Password Register

Headlines

Kantong Plastik 'Jerat' Usaha Ritel di Indonesia, Millenials Sudah Tahu?

Kantong Plastik 'Jerat' Usaha Ritel di Indonesia, Millenials Sudah Tahu? Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel, Roy Mandey (Foto: Pantau.com/Nani Suherni)

Pantau.com - Kebijakan pelarangan penggunakan kantong plastik di beberapa daerah rupanya mulai membuat para pengusaha ritel khawatir. Pasalnya, kebijakan ini bisa berpotensi merugikan para peritel.

Kekhawatiran ini mulai dipertimbangkan ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel, Roy Mandey ketika ada konsumen yang meninggalkan toko karena tak tersedianya kantong plastik.

"Beberapa ada yang meninggalkan toko atau membatalkan transaksi karena tidak mendapatkan kantong plastik," ungkap Roy, kepada awak media di gedung Menara Rajawali, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2018).

Baca juga: Fintech Pengaruhi Lapangan Kerja di Perbankan, Teller Bank Bakal Hilang?

Ia juga menegaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan perhitungan efek akibat kebijakan pelarangan kantong plastik. Jika menelirik perkara sampah, maka jumlah ritel modern di Indonesia hanya 40 ribu, sedangkan jumlah pasar tradisional mencapai 1 juta. 

Atau porsentasenya hanya 35 persen. Oleh sebab itu, sebagia pengusaha ia meminta agar kebijakan pelarangan ini harus dikaji kembali.

"Ini juga mengganggu keseimbangan perdagangan ritel, serta akan dimenyulitkan konsumen dan menurunkan konsumsi belanja khususnya di ritel modern," ungkapnya.

Baca juga: Wajib Tahu Sobat Pantau, Ini Deretan Uang yang Diterima Jika Terkena PHK

Disinggung soal jumlah kerugian yang terdampak, Roy memastikan pihak Aprindo dibeberapa daerah yang telah memberlakukan kebijakan ini akan mendatanya terlebih dahulu. Beberapa daerah yang mengeluarkan kebijakan ini adalah Banjarmasin, Balikpapan, dan Bandung. Sementara untuk Bogor rencananya akan diterapkan per 1 Desember.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More